Para Ahli Sepakat Umur 34 Tahun Dianggap Masih Remaja

Umur 34 tahun dianggap masih remaja karena kematangan psikologis tak selalu sejalan dengan angka usia biologis/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Umur 34 tahun dianggap masih remaja karena kematangan psikologis tak selalu sejalan dengan angka usia biologis/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Pandangan ilmiah terbaru menyebut umur 34 tahun dianggap masih remaja menuju dewasa.

Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, penelitian tersebut juga mengungkap perkembangan otak yang berkaitan dengan berbagai faktor. Mulai dari pengambilan keputusan, pengendalian emosi, hingga pengaturan diri yang belum sepenuhnya matang pada usia 18 atau 21 tahun, bahkan terus berkembang hingga mendekati usia 30 tahun.

Hal tersebut menunjukkan jika kematangan psikologis tak selalu sejalan dengan angka usia biologis. Namun selain faktor biologis, perubahan sosial juga memperpanjang masa transisi tersebut.

Para ahli menyebut, pekerjaan tetap, pernikahan, serta kemandirian ekonomi umumnya pada saat ini dicapai lebih lambat jika dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh sebab itu, sejumlah peneliti pun mengusulkan batas usia remaja diperpanjang hingga 24 tahun. Sementara untuk fase dewasa awal berlangsung hingga usia 30-34 tahun.

Lewat usulan tersebut, para peneliti ingin menegaskan bahwa merasa belum mapan di usia tersebut merupakan hal yang wajar terjadi di era modern saat ini.

Sementara itu, faktor kedewasaan sebenarnya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai dari lingkungan, pengalaman hidup, kepribadian, genetika, hingga pilihan pribadi. Sehingga, usia sering kali dianggap hanyalah angka semata. Sedangkan faktor-faktor tersebut membentuk cara seseorang untuk mengelola emosi, bertanggung jawab, hingga memposisikan diri dan mandiri berdasarkan pengalaman. Begitupun dengan memahami orang lain atau berempati kepada orang lain.