Aceh, GPriority.co.id – Pasca bencana banjir bandang yang menerjang serta memporak porandakan hampir seluruh wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, aktivitas masyarakat terlihat perlahan mulai kembali bergerak bangkit.
Aktivitas yang mulai tampak terlihat yakni kegiatan disektor pendidikan. Berdasarkan laporan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Tamiang, sedikitnya ada sebanyak 71 Sekolah tingkat dasar yang mulai mengaktifkan kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setelah seluruh fasilitas pendidikan di daerah tersebut dipastikan dan telah selesai dibersihkan dari sisa lumpur dan material pasca bencana hidrometeorologi yang merendam wilayah Aceh Tamiang pada akhir November lalu.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sepriyanto menyebut pembukaan kembali sekolah bukan sekadar soal mengejar kurikulum, melainkan bagian dari upaya pemulihan kembali kondisi mental para siswa.
Sepriyanto mengungkap, meskipun beberapa sekolah sudah mulai kembali melaksanakan proses belajar mengajar, pihak dinas masih memberikan dispensasi kepada anak-anak didik, diantaranya masih membebaskan seragam sekolah terhadap siswa.
Para siswa, kata dia, sebahagian datang menggunakan pakaian bebas atau tidak memakai seragam sekolah semestinya. Kondisi itu menurutnya hal yang patut dimaklumi. Sebab, banjir yang terjadi beberapa minggu lalu tidak hanya menenggelamkan rumah mereka, tapi juga menghancurkan tempat tinggal hingga menghanyutkan harta benda yang mereka punya, tanpa terkecuali seragam sekolah.
“Aktivitas sekolah ini kembali dijalankan guna memastikan pelaksanaan proses pendidikan bagi anak-anak tetap terjaga,” kata Sepriyanto, saat ditemui di posko terpadu penanganan bencana kabupaten, Minggu (21/12).
Sepriyanto menilai, percepatan aktivitas sekolah menjadi sangat penting guna mengurangi tingkat potensi stres, trauma, atau kejenuhan pada anak pasca bencana banjir bandang lalu.
Selain itu, kata dia, sekolah diharapkan nantinya bisa menjadi ruang aman bagi mereka untuk kembali berinteraksi dengan teman sebaya dan guru sehingga psikologi mereka bisa terjaga.
Sepriyanto mengungkapkan, sebelumnya proses pembersihan gedung sekolah dilakukan secara gotong royong yang melibatkan unsur dari TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan relawan.
“Dan sebanyak 71 sekolah saat ini dinyatakan bersih serta dipastikan siap dan layak untuk digunakan kembali melaksanakan aktifitas belajar mengajar,” kata Sepriyanto.
Sebagai pengingat, bencana banjir yang dipicu intensitas hujan tinggi akhir November 2025 lalu sempat melumpuhkan akses pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di 12 Kecamatan.
Namun, Sepriyanto menyebut, koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan pihak sekolah mempercepat fase rehabilitasi fasilitas umum, terutama ruang kelas dan sanitasi.
Meski aktivitas berangsur membaik, kata dia, pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih terus tetap menghimbau seluruh satuan pendidikan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan mengingat puncak musim hujan masih berlangsung.
“Sesuai arahan Bupati dan BNPB, sekolah mesti segera melaporkan kerusakan sarana prasarana yang bersifat struktural agar dapat segera diusulkan perbaikannya melalui anggaran darurat maupun bantuan sektoral,” ujarnya.
