Jakarta, GPriority.co.id – Ratusan pekerja tempat hiburan malam yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (ASPHIJA) dan Gerakan Karyawan Hiburan Jakarta Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/10).
Dalam aksinya, para peserta menyampaikan penolakan terhadap rencana kebijakan larangan merokok di tempat hiburan malam, kafe, dan restoran di Jakarta.
Kebijakan tersebut saat ini tengah dibahas dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta.
ASPHIJA dan Gerakan Karyawan Hiburan Jakarta Bersatu menilai, penerapan larangan merokok di tempat hiburan malam akan menimbulkan dampak serius dari berbagai sisi, mulai dari usaha, bisnis, hingga sosial. Beberapa dampak yang mereka sampaikan antara lain:
1. Pengalihan pengunjung. Pengunjung akan lebih memilih tempat hiburan, hotel, atau restoran di luar wilayah Jakarta yang memiliki aturan KTR lebih longgar.
2. Penurunan omzet. Beralihnya pengunjung ke luar Jakarta akan berdampak pada penurunan omzet usaha, yang dapat memaksa pelaku usaha melakukan pengurangan karyawan dan efisiensi operasional.
3. Menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penurunan omzet usaha akan berimbas pada berkurangnya penerimaan daerah dari sektor pajak dan retribusi.
4. Dampak sosial. Pengurangan karyawan akibat efisiensi berpotensi meningkatkan angka pengangguran di Jakarta.
Koordinator aksi dari ASPHIJA, Gea Hermansyah, menilai kebijakan tersebut tidak memiliki urgensi dan justru berpotensi menimbulkan masalah baru di lapangan.
“Ini belum selesai pembahasan di tempat lain, tiba-tiba langsung loncat ke tempat hiburan. Padahal, tempat hiburan itu basis terakhir penerapan KTR,” kata Gea kepada wartawan.
Sementara itu, Humas ASPHIJA Kukuh menambahkan, kebijakan larangan merokok tidak seharusnya bersifat kaku, melainkan perlu mempertimbangkan kondisi dan syarat tertentu.
“Kalau hanya baku kayak gak boleh ya kita pasti menolak. Tapi klau gak boleh, misalnya kalau lu gak punya sirkulasi yang baik, ya kita akan bikin sirkulasinya. Gak boleh tapi kenapa, ya kita ikut gitu,” pungkasnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
