Defisit APBN Tembus Rp 371 Triliun per September 2025

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konfrensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (14/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konfrensi Pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (14/10). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan defisit APBN hingga September 2025 mencapai 1,56 persen dari Domestik Bruro (PDB) atau setara Rp 371,5 Triliun.

Angka ini naik jika dibandingkan defisit APBN pada Agustus 2025 sebesar 1,35 persen PDB.

“Hingga September 2025, defisit anggaran tercatat sebesar Rp371,5 triliun atau setara 1,56 persen terhadap PDB. Lebih rendah dari Outlook tahun penuh, besar 2,78 persen PDB,” kata Purbaya dalam Konfrensi Pers di Jakarta, Kamis (14/10).

Purbaya mengungkapkan untuk pendapatan negara hingga September 2025 1.863,3 triliun atau telah mencapai 65,0 persen PDB.

Hasil ini mengalami penurunan 7,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 2.008,6 triliun.

“Meskipun lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu secara nominal, tekanan ini terutama bersember dari penurunan harga komunitas global yang mempengaruhi penerimaan perpajakan, khususnya di sektor migas dan tambang,” tuturnya.

Sementara itu, Purbaya mengatakan realisasi belanja negara mencapai RP 2.234,8 triliun atau 63,4 persen PDB.

Realisasi itu mengalami penurunan bila dibandingkan periode yang sama tahun plalu sebesar Rp 2.251,8 triliun.