Jakarta, GPriority.co.id– Pemerintah telah menyiapkan strategi pengendalian harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025. Adapun langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau melalui pengawasan harga dan operasi pasar.
Deputi Bidang Koordinasi Informasi dan Evaluasi Komunikasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Fritz Edward Siregar, mengatakan pemerintah akan segera melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan gula.
“Bila ada lonjakan, maka segera dilakukan operasi pasar,” ujarnya setelah rapat koordinasi terbatas dikutip Selasa (25/2).
Dalam rakortas tersebut, disepakati bahwa sejumlah BUMN akan dilibatkan dalam operasi pasar melalui Gerakan Pangan Murah. Adapun bentuk intervensi ini mencakup penyediaan outlet distribusi hingga dukungan transportasi untuk memastikan pasokan pangan merata ke seluruh wilayah Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menambahkan pemerintah akan bertindak tegas terhadap pengusaha yang tidak mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi.
“Kalau ada yang melanggar, kami pastikan akan dilakukan penindakan bahkan pencabutan izin usaha,” imbuh Amran.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menambahkan operasi pasar merupakan wujud konkret komitmen pemerintah dalam menstabilkan harga pangan selama Ramadan.
“Kami dari Kemendag mendukung secara penuh operasi pasar sebagai wujud menurunkan harga dan menstabilkan harga,” ujar Wamendag.
Dengan langkah ini, pemerintah optimistis harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri dapat terjaga stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan tenang.
Foto: Dok. Freepik
