Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk mempercepat pengembangan Bandar Udara Perintis Uyang Lahai di Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng.
Komitmen pengembangan bandara dibahas dalam audiensi yang dipimpin langsung Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran perusahaan swasta dan Dinas Perhubungan Kutai Timur di ruang kerja bupati pada Kamis (21/5).
“Bandara dan terminal ini harus mendapat perhatian bersama. Keberadaan Bandara Uyang Lahai menjadi kunci konektivitas wilayah dan roda ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sangat krusial,” ujar Ardiansyah.
Pemkab Kutim saat ini terus berupaya meningkatkan fasilitas transportasi udara agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah pedalaman semakin lancar.
Namun, pemerintah daerah mengakui pembangunan sarana dan prasarana bandara membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dunia usaha yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah mengatakan pihak perusahaan merespons positif ajakan pemerintah daerah untuk bersama-sama mengembangkan bandara melalui program CSR.
Menurut Masrianto, perusahaan yang hadir dalam audiensi menyatakan siap bergotong royong membantu pendanaan pengembangan fasilitas Bandara Uyang Lahai.
Meski demikian, pihak perusahaan juga menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah daerah, salah satunya terkait peningkatan jadwal penerbangan di bandara tersebut.
“Saat ini jadwal penerbangan dinilai masih sangat terbatas. Masyarakat dan pelaku usaha berharap frekuensi penerbangan bisa ditingkatkan menjadi lebih dari dua kali dalam sepekan,” kata Masrianto.
Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait disebut akan segera mengkaji kemungkinan penambahan frekuensi penerbangan di Bandara Uyang Lahai.
Langkah itu dinilai sejalan dengan target Pemkab Kutim untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kombeng dan kawasan sekitarnya.
Melalui sinergi antara anggaran pemerintah daerah dan dukungan dana CSR perusahaan, Bandara Uyang Lahai diharapkan mampu berkembang menjadi akses transportasi strategis yang memperluas konektivitas masyarakat pedalaman Kutai Timur.
