Pemkot Tarakan Siapkan 50 Kuota CPNS, Simak Keterangan Kepala BKD

GPRIORITY, TARAKAN – Pemerintah kota (Pemkot) Tarakan siapkan 50 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021

Pemkot Tarakan melalui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Budi Prayitno membenarkan kepastian dibukanya penerimaan CPNS tahun 2021 untuk Kota Tarakan.

“Kepastian CPNS 2021 sudah ada. Informasi yang beredar itu sudah benar. Mulainya pengumuman di tanggal 30 Mei sampai tanggal 13 Juni 2021,” kata Budi Prayitno, Sabtu (22/05/2021).

Menurut Budi, proses seleksinya dimulai dari pengumuman lalu proses pendaftaran seleksi dari 31 Mei -21 Juni 2021.

Selanjutnya, seleksi administrasi dan pengumuman hasil mulai 1-30 Juni 2021. Dan masa sanggah 1-11 Juli 2021.

Lebih lanjut dikatakan Budi, Pemkot Tarakan mengikuti jadwal dari pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk sekretariat kata Budi akan dibuka di Gedung Lumbung Pemkot Tarakan.

“Saat ini kami juga dalam rangka persiapan panitia mulai nanti 31 Mei sampai 21 Juni,” terangnya.

Ia melanjutkan nantinya kemungkinan ada dua versi untuk penyerahan berkas persyaratan pelamaran CPNS.

“Kalau yang dekat bisa langsung ke Pemkot Tarakan. Kalau jauh bisa melalui pos. Jadi mengurangi kerumunan juga karena masih pandemi,” ucapnya.

Pemkot Tarakan tahun ini akhirnya membuka sekitar 23 formasi untuk 50 kuota. Sebelumnya yang diajukan ke BKN ada sekitar 50 kuota termasuk pula PPPK Guru.

“Untuk PPPK Guru, ada tiga sesuai yang bersedia mengikuti kemarin ada tiga orang. Selebihnya tenaga kesehatan dan teknis,” pungkasnya.

Lebih lanjut untuk tenaga teknis di luar kesehatan, seperti yang akan ditempatkan di Dinas Pekerjaan Umum, kemudian analisis hukum dan lain-lain.

Untuk kesehatan didominasi perawat dan dokter.

“Lebih banyak perawat. Mudah-mudahan nanti banyak yang daftar,” imbuhnya.

Lebih lanjut menyoal antisipasi penumpukan saat proses penyerahan berkas, nantinya akan melihat jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi.

“Dilihat dari jumlah peserta yang ikut. Kan dibagi-bagi nanti. Untuk gedung tesnya pakai UPT BKN di samping Dinkes Tarakan,” ujar Budi.(FBI)

Related posts