Jakarta, GPriority.co.id – Pemkot Yogyakarta membuat ajang cari jodoh untuk pegawainya yang belum berumah tangga.
Ajang cari jodoh untuk pegawai ini dinamakan ‘Pados Jodho’, yang artinya ‘Cari Jodoh’, dan dikhususkan untuk para pegawai Pemkot Yogyakarta.
Program cari jodoh untuk pegawai tersebut diusung oleh Korpri Yogyakarta, karena mereka ingin membantu para pegawainya yang belum memiliki pasangan, untuk saling bertemu.
Menurut Sekretaris Korpri Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, Korpri Yogyakarta hadir selain untuk membangun jiwa korps, juga ingin memberikan kesejahteraan lahir dan batin kepada para pegawainya.
“Program kesejahteraan bentuknya macam-macam sebetulnya. Kita ada perumahan untuk anggota, ada komunitas minat, dan juga kita memikirkan salah satunya ternyata dari hasil survei kami itu ada beberapa anggota Korpri sampai sekarang belum berumah tangga,” jelas Dedi pada Kamis (10/10), seperti dilansir dari Kumparan.
Pegawai Pemkot Yogyakarta Banyak yang Belum Berumah Tangga
Lebih lanjut menurut Dedi, masih banyak pegawai Korpri Pemkot Yogyakarta yang belum berumah tangga. Salah satu penyebab terbesarnya adalah karena mereka sibuk bekerja, hingga tak ada waktu untuk menjalin asmara.
“Diberi tugas-tugas oleh pimpinan, diberi target-target oleh pimpinan, beban kerja organisasi, kemudian mereka tidak sempat memikirkan dirinya sendiri, sampai lalai gitu lho,” ujar Dedi yang juga merupakan Kepala Badan Kepegawaian Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkot Yogyakarta.

Dari survei yang dilakukan, terdapat data bahwa sebanyak 140 orang berminat untuk mengikuti program ini yang diperuntukkan bagi ASN atau Non-ASN yang belum menikah di lingkup Pemkot Yogyakarta.
“140 data awal yang ngisi, artinya penjaringan Bapak Ibu, apakah jika kami melaksanakan kegiatan ‘Pados Jodho’ berminat apa nggak, mau ikut apa nggak. Itu yang mengisi menyatakan berminat ada 140. Mayoritasnya perempuan 60 persen,” ungkap Dedi.
Kendati demikian, menurut Dedi jumlah pegawai Pemkot Yogyakarta yang belum berumah tangga sebenarnya lebih dari itu.
Sebagai contoh, Dedi mengatakan jika di kantor BKPSDM Yogyakarta ada 10 pegawai yang belum berumah tangga. Kebanyakan dari mereka sangat sibuk bekerja pada pagi hari, dan baru pulang pada jam 5 sore. Belum lagi harus menghadapi kemacetan di jalan. Hingga akhirnya para pegawai Pemkot Yogyakarta merasa lelah dan kecapekan.
Hal tersebut akhirnya dijadikan pondasi oleh Pemkot Yogyakarta untuk membuat ajang cari jodoh ‘Pados Jodho’.
Adapun, bagi yang berminat mengikuti ajang ‘Pados Jodho’, dapat mendaftar sampai tanggal 15 November. Nantinya acara ‘Padhos Jodho’ akan berlangsung pada 30 November mendatang.
Foto : Ilustrasi/Freepik
