Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov Bali), merilis program bedah rumah 1.000 unit setiap tahun, mulai 2026 mendatang. Program ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrem di Bali.
Dalam menjalankan program bedah rumah 1.000 unit setiap tahun ini, Pemprov Bali bekerja sama dengan pemerintah kota dan kabupaten setempat. Inisiatif tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, papan, dan utilitas sebagai bagian dari solusi kemiskinan yang lebih luas.
“Pada bantuan beda rumah yang direncanakan ke depan ini, minimal satu orang kepala keluarga (KK), mendapat 100 juta,” ujar Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, seperti dikutip dari ANTARA.
Dirinya melanjutkan, dengan bantuan tersebut, diharapkan jika renovasi rumah benar-benar tuntas, dan penerima manfaat tidak perlu meminjam uang lagi.
Sebagai informasi, saat ini tingkat kemiskinan di Bali menurun menjadi 3,7 persen dari sebelumnya yang berada di angka 3,8 persen pada akhir tahun 2024 lalu. Selain merenovasi rumah, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi dan dukungan sosial.
Pemprov Bali berharap nantinya dalam menjalankan program bedah rumah 1.000 unit setiap tahun, dapat melibatkan sektor swasta dan masyarakat untuk keberlanjutan jangka panjang.
Giri Prasta menyebut, dengan target renovasi 1.000 unit rumah per tahun, maka dibutuhkan anggaran sebesar Rp100 miliar per tahunnya.
“1.000 rumah itu dananya sudah Rp100 miliar, belum lagi kabupaten/kota. Dalam 5 tahun ini saya kira untuk mengurangi kemiskinan di Bali akan bisa sekali,” tuturnya.
Walaupun Giri Prasta menyadari jika target mengatasi kemiskinan ekstrem di Bali hingga 0 persen menjadi hal yang sulit tercapai, namun pihaknya berupaya menurunkan secara signifikan. Hal tersebut dilakukan dengan sistematis serta berkelanjutan.
