Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia-AS menyepakati tarif impor sebesar 19 persen untuk berbagai produk asal Indonesia. Sementara produk AS, dikenai tarif 0 persen.
Usai kesepakatan tarif tersebut, masyarakat dihebohkan dengan berita harga iPhone di Indonesia yang disebut jadi lebih murah.
Diungkap oleh Eko Listiyanto selaku Direkrut Pengembangan Big Data INDEF, kebijakan tarif 0 persen untuk produk AS ini dapat membuat produk mereka lebih kompetitif di pasar Indonesia. Utamanya untuk barang-barang yang berkaitan dengan gaya hidup, mulai dari baju, sepatu, hingga produk elektronik.
Kendati demikian, Eko menilai jika kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan pada penurunan harga, karena daya beli masyarakat Indonesia yang sedang melemah saat ini. Ditambah lagi, volume impor dari AS juga masih terbatas.
Jika anda melewatkannya, kesepakatan Indonesia-AS juga mencakup komitmen Indonesia untuk membeli energi dan produk pertanian AS. Nilainya bahkan mencapai miliaran dolar. Selain itu, Indonesia juga memesan sekitar 50 pesawat Boeing, yang sebagian besarnya model 777.
Presiden Donald Trump menilai jika kesepakatan Indonesia-AS ini menjadi langkah besar karena membuka akses penuh AS ke pasar Indonesia. Sebelumnya, akses ini dianggap tertutup.
Di samping itu, Trump berpendapat jika kesepakatan serupa yang juga dilakukan AS bersama Vietnam, menghasilkan standar baru bagi negara berkembang untuk dapat menegosiasikan tarif perdagangan.
Kini, Presiden Prabowo berencana bertemu langsung dengan Presiden Trump pada bulan September atau Oktober mendatang. Prabowo dan Trump memiliki kesepakatan yang sama, dimana perdagangan Indonesia-AS dapat saling menguntungkan ke depannya.
