Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) khusus untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol).
Gubernur Malut Sherly Laos mengatakan pembangunan sekolah ini merupakan jawaban atas banyaknya keluhan orang tua dan minimnya kesiapan calon peserta dari Malut dalam menghadapi seleksi nasional.
“Benar-benar tahun depan ya. Kita akan coba dulu dengan satu sekolah. Ini berbeda dari sekolah Garuda. Kita ingin punya SMA unggulan milik provinsi yang secara khusus mempersiapkan anak-anak Malut untuk masuk Akmil dan Akpol,” ujar Sherly, Selasa (19/8).
Ia menilai, selama ini anak-anak Maluku Utara kerap gagal bersaing secara nasional karena lemahnya persiapan akademik, fisik, hingga mental. Masalah paling umum yang kerap menjadi batu sandungan antara lain tes matematika, bahasa Inggris, hingga tes kesehatan seperti pemeriksaan gigi.
“Kalau tidak disiapkan sejak awal, hasilnya selalu sama. Banyak anak kita tidak lulus. Padahal mereka punya semangat. Tapi tanpa bekal, sulit bersaing,” tegasnya.
Sharly menambahkan, sekolah ini akan dibangun secara mandiri dan tidak akan menumpang pada SMA negeri yang sudah ada. Desain sekolah menggabungkan kurikulum pendidikan nasional dengan program pembinaan khusus ala militer dan kepolisian, termasuk pelatihan fisik dan kedisiplinan sejak dini.
“Rancangannya jelas, ini akan jadi sekolah unggulan. Kita kumpulkan siswa-siswa yang punya tekad masuk Akmil dan Akpol sejak SMA. Mereka harus ditempa jauh-jauh hari, bukan baru mulai saat mau daftar,” kata dia.
Saat ini, rencana pembangunan sekolah masih dalam tahap persiapan teknis dan administrasi. Pemprov Malut juga akan menjalin koordinasi intensif dengan institusi TNI dan Polri untuk memastikan pembinaan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan seleksi nasional.
Jika semua berjalan sesuai rencana, sekolah khusus ini akan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026.
