Pendeta Gilbert Ngaku Salah Soal Khotbah Zakat dan Salat, Jusuf Kalla: Mari Kita Memaafkan

Jakarta, GPriority.co.id – Pendeta Gilbert Lumoindong seketika viral setelah potongan video khotbahnya yang menyinggung soal zakat dan salat. Dalam ceramahnya itu, Pendeta Gilbert membandingkan zakat umat Islam yang 2,5 persen, sementara Kristen 10 persen.

Pendeta Gilbert juga menyinggung zakat 10 persen itu membuat umatnya tidak perlu repot bergerak dalam ibadah. Sementara, umat Islam harus salat karena membayar zakat hanya 2,5 persen.

Bahkan dalam khotbahnya kali itu, Gilbert juga sempat memperagakan gerakan mirip salat. Gerakan tersebut yaitu duduk dalam salat yang menurutnya merupakan gerakan paling sulit dan tidak semua orang mampu melakukannya.

Usai viral dan dicibir oleh banyak pihak terutama umat Islam, Pendeta Gilbert pun bertandang ke kediaman Jusuf Kalla, untuk menyampaikan permintaan maafnya.

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 itu kemudian mengajak semua umat Muslim untuk memaafkan Pendeta Gilbert Lumoindong. JK mengungkapkan, jika Pendeta Gilbert menyampaikan permintaan maafnya secara tulus tanpa paksaan dari pihak manapun.

“Mari kita memaafkan. Karena tadi (Pendeta Gilbert) sudah minta maaf,” ujarnya pada Senin (15/4) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyampaikan agar umat Islam tidak serta merta menelan mentah-mentah apa yang terdapat dalam video khutbah Pendeta Gilbert yang sedang viral saat ini.

“Jadi, bagi seluruh umat Islam yang sudah melihat video itu, jangan dilihat video itu hanya itu saja. Tapi sebenernya itu ada latar belakangnya, dan ada editan yang kalau itu (tersebar) cukup berbahaya,” ungkapnya lebih lanjut.

Sementara itu, Pendeta Gilbert mengaku tidak ada maksud dan niatan untuk megolok-olok umat muslim melalui khotbahnya tersebut.

“Dengan segala kerendahan hati meminta maaf karena kegaduhan yang ada,” ucap Gilbert.

Lebih lanjut, Pendeta Gilbert menungkapkan jika khotbahnya itu bukan untuk khalayak umum. Melainkan hanya diperuntukkan kepada internal jemaatnya saja.

Foto : Gelumplai