Pentingnya Imunisasi Influenza Pada Anak

Imunisasi influenza adalah salah satu cara untuk menekan risiko dan tingkat keparahan seseorang yang terkena flu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan semua anak usia 6 bulan sampai 18 tahun untuk vaksinasi influenza satu kali tiap tahun.

Anak-anak berusia 6 bulan sampai 8 tahun yang mendapatkan vaksin flu untuk pertama kalinya memerlukan 2 dosis dengan jarak interval 1 bulan untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Jika anak mendapat dua dosis vaksin flu tahun ini, ia hanya membutuhkan satu dosis vaksin flu di tahun berikutnya.

Anak-anak yang berusia di bawah lima tahun, terutama mereka yang berusia di bawah 2 tahun, nyatanya berisiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat flu. Oleh karena itu, vaksin flu dibutuhkan untuk memberikan pertahanan terbaik melawan flu, mencegah komplikasi yang tidak diinginkan, dan mengurangi penyebaran flu ke orang lain.

Dikutip dari Centers for Diseases Control and Prevention (CDC), pemberian vaksin flu juga telah terbukti mengurangi terkena penyakit flu, kunjungan ke dokter, tidak masuk sekolah, dan mengurangi risiko rawat inap terkait flu dan kematian pada anak-anak.

Ada dua bentuk vaksin influenza, yaitu bentuk suntikan dan semprot hidung. Vaksin influenza suntik mengandung virus yang telah dimatikan. Ada 2 jenis vaksin influenza suntik, yaitu vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent.

Vaksin trivalent mengandung 2 tipe virus influenza A dan 1 tipe virus influenza B. Sementara vaksin influenza jenis  quadrivalent mengandung 2 tipe virus influenza A dan 2 tipe virus influenza B. Semakin banyak tipe virus yang dikandung, semakin baik pula proteksinya. Walau begitu, vaksin trivalent juga sudah dianggap cukup.

Vaksin influenza yang disemprot mengandung virus hidup yang dilemahkan. Vaksin ini hanya boleh diberikan pada orang sehat dalam rentang usia 2–49 tahun. Namun, kedua jenis vaksin influenza ini sama-sama tidak akan menyebabkan flu pada orang yang menerimanya.

Vaksin influenza bekerja dengan cara membangun antibodi dalam tubuh seseorang untuk melawan virus influenza. Vaksin influenza butuh sekitar 2 minggu untuk bekerja menciptakan antibodi dalam tubuh seseorang.

Pemberian vaksin influenza memiliki efek samping yang umumnya bersifat ringan atau tidak berbahaya, seperti demam. Selain itu, muncul ruam kemerahan di area bekas suntikan. Pada beberapa kasus, bisa juga terjadi efek samping berupa lesu, hidung berair, demam, hingga muntah.

Reaksi efek samping tersebut umumnya muncul 6-12 jam setelah vaksin, berlangsung selama 1-2 hari, dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika efek samping tak kunjung mereda lebih dari 2 hari, segera konsultasikan kondisi anak ke dokter. (VIA)

Related posts