Syarat Vaksin Covid-19 Pada Anak

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran percepatan vakinasi Covid-19 bagi Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, yang tertuang dalam Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun.

Selain itu, dengan adanya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan persetujuan penggunaan Vaksin Covid-19 produksi PT. Biofarma (Sinovac) untuk kelompok usia > 12 tahun dari BPOM tertanggal 27 Juni 2021, maka vaksinasi dapat diberikan bagi anak usia 12-17 tahun.

Sementara, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait pemberian vaksin Covid-19 kepada anak dan remaja. Rekomendasi pertama dari IDAI, adalah percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak menggunakan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac, karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinis fase 1 dan 2 yang hasilnya aman dan serokonversi tinggi.

Kedua, berdasarkan prinsip kehati-hatian, sebaiknya imunisasi dimulai untuk umur 12-17 tahun dengan pertimbangan jumlah subjek uji klinis memadai, tingginya mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah, dan mampu menyatakan keluhan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bila ada.

IDAI juga mengungkapkan bahwa dosis diberikan dua kali dengan jarak empat minggu atau satu bulan. Sementara itu, syarat vaksinasi Covid-19 mengikuti ketentuan pemberian vaksin seperti yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Anak dipastikan boleh menerima vaksin Covid-19 dengan kondisi sehat, tidak memiliki penyakit bawaan, dan jika dalam kondisi autoimun tentunya anak harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Di samping itu, IDAI juga memberikan sejumlah kontraindikasi atau tidak menganjurkan penggunaan vaksinasi Covid-19 pada anak dan remaja yang memiliki kondisi sebagai berikut:

– Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol

– Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis

– Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi

– Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat

– Demam 37,5 derajat Celcius atau lebih

– Sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan.

– Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan

– Hamil

– Hipertensi tidak terkendali

– Diabetes melitus tidak terkendali

– Penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital tidak terkendali

Sebagai informasi, vaksinasi Covid-19 untuk anak dan remaja usia 12-17 tahun sudah dimulai. Pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwi/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan. Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun ini akan menyasar 32,6 juta anak. (VIA)

Related posts