Jayapura, Gpriority.co.id – Penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya pimpinan Lerimayu Telengen, berhasil digagalkan Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua.
Dalam rilis yang disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz, sejumlah barang bukti penyelundupan senjata api berhasil diamankan, yang diantaranya, dua pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai), empat pucuk pistol G2 Pindad, 632 butir amunisi kaliber 5,56 mm serta 250 butir amunisi 9 mm.
Turut disita pula satu pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta satu paket laser senter + mounting, satu teleskop + peredam, satu popor kayu warna coklat dan satu laras dan tabung senapan angin. Termasuk satu unit air compressor bertuliskan United Waran Biru (tempat penyimpanan senjata), satu unit handphone Vivo Y19S, satu buah pompa dan 1 tas angin juga kunci T dan 1 paket gurinda portabel.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga menyita tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM serta uang tunai sebesar Rp369.600.000. Turut diamankan Yuni Enumbi (29 tahun), Yudhi Kalalo (sopir lajuran yang mengangkut barang), serta Matius Payokwa (Helper lajuran).
Operasi yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 sampai 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi ini. Pada 6 Maret 2025, tim Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom.
Dari keterangan tersangka, diketahui senjata tersebut dibeli dengan harga Rp1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya. Adapun sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa.
Sementara Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini masih berlanjut. “Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat,” ucapnya.
Sedangkan Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan senjata api ini.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya,” sebutnya.
Melalui keberhasilan operasi ini, diharapkan upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan, sehingga stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga.
Foto : Satgas Operasi Damai Cartenz
