Jakarta, GPriority.co.id– Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong para pelaku usaha dapat produktif dan inovatif jajaki ragam peluang di bidang kewirausahaan. Hal tersebut dapat menjadi sumbangsih nyata pada pertumbuhan ekonomi dan mendukung realisasi visi Indonesia Emas 2045.
Wamendag menjelaskan, kewirausahaan melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia yang dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengeksplorasi industri kreatif. Tiga hal yang disebutkan Wamendag Roro sebagai peluang perdagangan adalah, adanya pasar dalam negeri yang besar, tingginya usia produktif, dan indeks daya saing Indonesia di dunia yang meningkat.
Selanjutnya, menurut Wamendag Roro, peran UMKM juga tercermin dari daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global hingga berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 persen pada 2024.
“Tercapainya Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi, maka kita perlu menyadari berbagai tantangan dan peluang yang ada untuk membuat langkah strategis dalam menghadapinya,” jelas Wamendag Roro dalam siaran pers dikutip Sabtu (8/3).
Guna mendukung target capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen pada 2029, Kementerian Perdagangan telah membuat target peningkatan eksporsebesar 7,1 persen hingga 9,64 persen selama 2025–2029, salah satunya melalui program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor.
“UMKM BISA Ekspor adalah bentuk upaya adaptif dan responsif Kemendag terhadap berbagai tantangan perdagangan nasional dan global. Salah satu langkah konkret yaitu pelaksanaan business matching secara berkala yang difasilitasi oleh perwakilan perdagangan berbagai negara,” tandasnya.
Wamendag Roro memaparkan, sejak Mei 2020 Indonesia juga mencatatkan surplus selama 57 bulan berturut-turut. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu pondasi penting bagi perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. Adapun negara tujuan ekspor utama Indonesia masih didominasi oleh RRT, Amerika Serikat, Jepang, India, dan negara-negara ASEAN.
Sementara itu, tantangan perdagangan yang perlu diantisipasi secara sigap antara lain isu lingkungan dan perubahan iklim, perkembangan geopolitik global, disrupsi ekonomi dan keuangan digital, gangguan rantai pasok global, serta gejolak harga pangan dan energi. Wamendag menyebut berhasil menghadapi berbagai tantangan tersebut, mutlak dibutuhkan sinergi berbagai pihak termasuk asosiasi seperti HIPKA yang konsisten melakukan pembinaan dan memberikan pendampingan bagi UMKM.
“Kemendag senantiasa terbuka merangkul berbagai pihak, dan asosiasi salah satu menjadi mitra strategis kami dalam upaya transformasi UMKM. Penerapan asas gotong royong adalah kunci keberhasilan mencapai target pertumbuhan ekonomi,” ucap Wamendag Roro.
Wamendag mengajak seluruh anggota HIPKA untuk jeli melihat peluang dan menghadirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan melalui berbagai produk, baik barang maupun jasa, serta cermat memanfaatkan program dan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, termasuk yang dihadirkan oleh Kementerian Perdagangan.
“Ada berbagai pelatihan UMKM dan program fasilitasi ekspor yang dihadirkan oleh Kementerian Perdagangan, termasuk penggunaan platform InaExport untuk mendapat berbagai informasi terkait analisis pasar ekspor, produk unggulan, business matching, sampai pameran di dalam maupun luar negeri. Silakan anggota HIPKA memanfaatkan ini dengan optimal agar berkembang dan kian sejahtera,” tutup Wamendag Roro.
Foto: Dok.
