Ujoh Bilang, Gpriority.co.id – Struktur investasi di Kabupaten Mahakam Ulu mengalami pergeseran signifikan antara 2025 dan awal 2026. Berikut pergeseran yang dimaksud.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mahakam Ulu, Merkuria Ping, S.H., mengatakan bahwa pada 2025 investasi masih didominasi sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan dengan realisasi Rp193,4 miliar, diikuti sektor pertambangan sebesar Rp82,9 miliar.
Namun pada Triwulan I 2026, sektor listrik, gas, dan air tercatat sebagai penyumbang terbesar dengan realisasi Rp193 miliar. Merkuria menjelaskan pergeseran ini dipicu oleh kontribusi proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikerjakan PT Tujuan Makmur Mandiri, yang memiliki nilai investasi hingga Rp13 triliun dan menjadi bagian dari pengembangan energi hijau di wilayah tersebut.
“Sekitar Triwulan I 2026 kita melihat dampak nyata dari proyek PLTA terhadap komposisi investasi. Ini menunjukkan minat investor mulai bergeser ke proyek energi terbarukan yang sejalan dengan tren global,” ujar Merkuria yang memasuki masa purna tugas pada awal Juni 2026.
Sektor industri makanan menempati posisi penting berikutnya dengan realisasi Rp37,5 miliar pada periode yang sama. Menurut Merkuria, data sementara ini menandakan perubahan struktur investasi dari dominasi sektor agraris pada 2025 menuju proyek-proyek berskala besar dan hilirisasi industri pada 2026.
Target, capaian, dan optimisme
DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur semula memasang target realisasi investasi Rp1 triliun untuk 2025, namun realisasi yang tercapai hanya Rp497,9 miliar atau 49,8% dari target. Untuk 2026, target dinaikkan menjadi Rp1,1 triliun. Hingga Triwulan I 2026, realisasi di Mahakam Ulu mencapai Rp306 miliar atau 26,17% dari target tahunan.
“Kinerja Triwulan I 2026 meningkat 14,76% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meskipun kondisi ekonomi global tidak menentu akibat dinamika geopolitik, kami optimistis target 2026 masih bisa dicapai, terutama dengan adanya proyek strategis seperti PLTA yang diproyeksikan memberi kontribusi besar,” kata Merkuria.
Kemudahan perizinan dan strategi penguatan investasi
Merkuria menegaskan peran DPMPTSP dalam memberikan kemudahan perizinan dan kepastian hukum melalui pendampingan dan percepatan perizinan, khususnya untuk sektor pertanian dan perkebunan. Ia menyebutkan implementasi perizinan berbasis OSS-RBA serta penyusunan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) sebagai upaya menarik minat investor.
“IPRO membantu investor karena semua data strategis—analisis risiko, status lahan, hingga aspek lingkungan—sudah tersusun rapi. Ini mempercepat pengambilan keputusan investasi,” tutur Merkuria.
Pemerintah daerah juga mendorong penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) sebagai pedoman jangka panjang yang akan memberi kepastian arah kebijakan, pengaturan zonasi, dan sinkronisasi dengan target nasional. DPMPTSP Mahakam Ulu saat ini sedang mengupayakan alokasi anggaran untuk penyusunan RUPM dan IPRO.
Infrastruktur dan fokus sektor unggulan
Untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi distribusi, Merkuria menyatakan pemerintah kabupaten bersama provinsi mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan jalan serta pengembangan Bandara Ujoh Bilang. Arah investasi difokuskan pada sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan (khususnya kakao), pariwisata alam, serta hilirisasi komoditas untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
“Posisi strategis Mahakam Ulu sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara memberi peluang besar. Kita dapat menjadi pemasok komoditas hijau dan mendukung kebutuhan pasar domestik,” lanjutnya.
Pengawasan lingkungan dan efisiensi birokrasi
Merkuria menegaskan bahwa meski mendorong investasi, pemerintah tetap mengutamakan pengawasan lingkungan dan penghormatan terhadap kearifan lokal sebagai syarat keberlanjutan. Ia juga menekankan bahwa efisiensi birokrasi menjadi faktor penentu bagi investor di tengah ketidakpastian global.
“Investor kini lebih melihat kemudahan birokrasi dan efisiensi biaya operasional dibanding jumlah insentif. Oleh karena itu, penyederhanaan proses perizinan dan ketersediaan dokumen siap tawar seperti IPRO menjadi kunci menarik investasi berkualitas,” tandasnya.
Dengan kombinasi percepatan infrastruktur, dukungan perizinan yang semakin efisien, dan kehadiran proyek strategis EBT, DPMPTSP Mahakam Ulu optimis realisasi investasi 2026 dapat meningkat signifikan dan memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok komoditas hijau nasional.
Foto : Istimewa
