Perdana! Inseminasi Buatan Panda Raksasa Dilakukan di Indonesia

Proses inseminasi buatan panda raksasa yang dilakukan Tim Medis Taman Safari Indonesia/Foto : Dok. Taman Safari Indonesia Proses inseminasi buatan panda raksasa yang dilakukan Tim Medis Taman Safari Indonesia/Foto : Dok. Taman Safari Indonesia

Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya Tim Medis Taman Safari Indonesia bersama sejumlah ahli, melakukan inseminasi buatan panda raksasa pada Selasa (2/9) lalu.

Dilakukan di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, proses inseminasi buatan ini dilakukan bersama pakar internasional pada panda raksasa Cai Tao dan Hu Chun. Proses inseminasi buatan panda raksasa ini menjadi momen bersejarah. Pasalnya jika berhasil, Indonesia bisa punya bayi panda pertama.

Menurut drh Bongot Huaso Mulia, Vice President Life Science Taman Safari Indonesia, inseminasi buatan bukan menggantikan alam melainkan membantu proses alami agar peluang reproduksi panda lebih besar. Hal ini dikarenakan tingkat keberhasilannya sangat rendah.

Perlu diketahui, prosedur ini merupakan hasil kolaborasi antara IZW Berlin Group, China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP), bersama akademisi dari IPB University.

Timnya sendiri tersedia dari dokter hewan, ahli anestesi, teknisi reproduksi, sampai dengan keeper yang memang memahami perilaku panda.

Sebagai informasi, reproduksi panda raksasa terkenal rumit. Betinanya hanya subur sekali dalam setahun dengan masa subur yang pendek hanya dua sampai tiga hari saja. Sel telurnya pun hanya mampu bertahan beberapa jam. Sehingga, sangat dibutuhkan waktu yang pas dalam proses inseminasi buatan.

Sebenarnya, persiapan inseminasi buatan ini telah dirancang sejak tahun 2022 dengan standar internasional. Mulai dari pemantauan hormon secara real time, pengambilan sampel, hingga tindakan medis pendukung lain agar semuanya dapat terkendali.

Pada tahun 2024 lalu, sempat terjadi pembuahan hari ke-40 pasca inseminasi. Namun sayangnya, embrio panda raksasa tidak berkembang. Berbekal pengalaman tersebut, di tahun 2025 ini tim yang terlibat pun menjadi lebih optimis.

Jika proses inseminasi buatan berhasil, maka Indonesia akan menyusul Singapura, Malaysia, dan Thailand, yang sudah terlebih dahulu sukses membiakkan panda lewat proses ini. Dalam kata lain, Indonesia juga ikut berkontribusi besar dalam konservasi satwa ikonik dunia.

Panda Cai Tao dan Hu Chun sendiri didatangkan ke Indonesia pada tahun 2017 lalu dan menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dengan China. Kehadiran kedua panda ini menjadi harapan besar lahirnya generasi baru panda di tanah air. Sehingga, banyak pihak yang berharap prosedur inseminasi buatan panda raksasa ini berjalan lancar.