Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menekan Angka Kelahiran Total/Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia yang saat ini masih berada di angka 2,11.
Menurut Wihaji, Prabowo berpesan agar dirinya fokus mengurus generasi masa depan bangsa.
“Pak Presiden lebih maju lagi memesan kepada saya untuk mengurus generasi masa depan. Makanya pada waktu itu saya dipanggil beliau, ‘Pak Wihaji tolong urus Ibu Hamil.’ Jadi lebih dari itu, pesan beliau adalah ini harus ditindaklanjuti bahwa setelah kita kendalikan mau kita apakan,” kata Wihaji usai acara diskusi pakar yang digelar Kemendukbangga/BKKBN di Universitas Negeri Jakarta, Senin (22/9), dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia 2025.
Selain itu, lanjut Wihaji, Prabowo juga menekankan pentingnya mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga diperluas bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).
“Nah ini bagian dari pasca KB, karena setelah berhasil tentu PR-nya adalah ini mau diapakan, kira-kira gitu,” ucap Wihaji.
Meski demikian, Wihaji menegaskan bahwa Kepala Negara tidak memberikan pesan khusus, melainkan penekanan untuk melanjutkan program yang sudah berjalan baik, khususnya Keluarga Berencana (KB).
“Kata beliau, saya menghadap Pak Presiden terakhir, ‘Pak Wihaji KB penting.’ Bahasa beliau KB penting. Dan itu alhamdulillah sampai sekarang juga sudah ada anggaran untuk program kontrasepsi,” tuturnya.
Wihaji mengakui, alokasi anggaran kontrasepsi tahun ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Namun, ia menekankan agar penggunaan anggaran difokuskan pada daerah dengan tingkat kelahiran tinggi.
“Yang jelas sekarang sudah ada anggarannya, tentu tidak sebanyak tahun-tahun kemarin. Tetapi saya sudah sampaikan kepada deputi terkait, tolong prioritaskan. Jadi prioritaskan yang betul-betul hari ini TFR-nya terlalu tinggi. Misalnya di provinsi tertentu, maaf ya NTT misalnya, itu TFR-nya tinggi, maka kita prioritaskan,” pungkasnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
