Pimpin Apel Perdana, Pj. Gubernur Sultra Sampaikan 3 Poin Ini

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : diskominfosultra

Jakarta, GPriority.co.id – Pejabat (Pj.) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto memimpin apel gabungan di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (11/9).

Dihadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Andap memaparkan tiga poin penting dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan.

Pertama, kata Andap terkait kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerja Pemprov Sultra, baik yang berstatus PNS, maupun Non-PNS.

“Kita semua adalah satu gerbong pengabdian, ASN di jajaran Pemprov berasal dari beragam suku yang berada di Sultra, bahkan dari luar Sultra. Maka tugas utama kita adalah mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Sultra, apa pun sukunya, apa pun agamanya, apa pun latar belakang sosial ekonominya,” kata Andap dalam rilis resminya.

Kedua, Andap melanjutkan terkait prioritas penilaian kepada segenap jajaran birokrasi di Pemprov Sultra dengan berbasis kinerja dan pencapaiannya.

Andap menyebut, Indeks Kinerja Utama Atau Key Performance Index (KPI) ASN di lingkup Pemprov Sultra yang akan di bangun bukan sekadar hanya berbasis penyerapan anggaran saja.

“KPI akan dinilai berdasarkan target-target pencapaian program-program pembangunan. Artinya, bukan hanya berbasis apakah alokasi anggaran terserap atau tidak,” ujarnya.

Lalu, Reformasi birokrasi di Pemprov Sultra, lanjut Andap merupakan satu kesatuan utuh dengan berjalannya kebijakan pembangunan di segala bidang kehidupan di Sultra.

“Kinerja birokrasi bukan hanya formalitas pemenuhan standar administrasi. Administrasi birokrasi sesungguhnya merupakan instrumen agar pelayanan publik yang tertuang dalam APBD bukan hanya akuntabel, namun jelas indikatornya, yaitu kesejahteraan masyarakat,” lanjut Andap.

Ketiga, Andap menyebutkan terkait kesiapan Sultra dalam menyikapi Pemilihan Umum (Pemilu).

Dalam cara pandang konstitusional, menurut Andap pemilu adalah jalan ke arah penyempurnaan demokrasi kita.

“Mengingatkan kepada kepada seluruh masyarakat, termasuk yang akan menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024, dan juga Pilkada Serentak 2024 pentingnya toleransi dalam Pemilu,” jelasnya.

Ia menyerukan jangan sampai pesta demokrasi nanti menjadi arena pertempuran politik, sehingga membahayakan keutuhan bangsa.