Polisi: Mahasiswa Unud yang Tewas Jatuh Dari Gedung Bukan Karena Bullying

Universitas Udayana, Bali/Foto : Dok. Unud Universitas Udayana, Bali/Foto : Dok. Unud

Bali, GPriority.co.id – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 19 saksi mulai dari teman, dosen, hingga orangtua korban dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian memastikan kasus mahasiswa Unud (Universitas Udayana) yang tewas jatuh dari gedung bukan karena bullying.

Dijelaskan oleh Kompol Laksmi Trisnadewi selaku Kapolsek Denpasar Selatan, semasa hidup korban dikenal sebagai sosok yang cerdas, tegas, serta berprinsip. Menurutnya, sangat kecil kemungkinan korban sebagai korban bullying.

Laksmi melanjutkan, menurut hasil investigasi korban tidak terpleset. Pasalnya area gedung memiliki pagar serta struktur yang aman.

“Jadi rekan-rekan itu segan, malahan. Kemudian kalau untuk menjadi korban pembullyan, itu dari teman-temannya pun merasa sangat kecil kemungkinannya terjadi. Karena korban ini orang yang berprinsip sekali. Jadi bukan tipe-tipe yang seperti akan gampang dibully seperti itu. Itu pengakuan dari beberapa saksi yang kami mintai keterangan,” ungkap Laksmi sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA.

Kemudian dari hasil penyelidikan yang dilakukan, pihak kepolisian Denpasar Selatan menduga jika korban dengan sengaja menjatuhkan diri atau melakukan tindakan bunuh diri, kendati tak ada saksi yang secara langsung melihat kejadian tersebut.

“Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu. Lebih ke unsur sengaja menjatuhkan diri seperti itu,” tambah Laksmi.

Korban dengan inisial TAS tersebut sebelumnya sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah. Naas, dirinya meninggal dunia beberapa jam kemudian.

Di sisi lain, pihak keluarga TAS telah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian untuk mendapat kejelasan lebih lanjut terkait kronologi kematian TAS.

Lukas Triana Putra yang merupakan ayah TAS menyebut jika laporan tersebut dibuat karena banyaknya kabar simpang siur yang beredar di publik. Ia berharap, penyelidikan polisi dapat benar-benar mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.