Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap pola belanja anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak efisien dan jauh dari kepentingan masyarakat.
Prabowo menyoroti masih banyaknya infrastruktur desa yang terbengkalai, sementara anggaran justru digunakan untuk hal-hal yang tidak prioritas.
“Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan, jembatan desa, rakyat harus teriak, presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur? Tapi, oke lah, saya ambil tanggung jawab. Jadi, kita harus terbuka, kita harus fair,” ujar Prabowo, dikutip Jumat (20/3).
Kepala Negara secara khusus menyoroti pembelian mobil dinas gubernur yang mencapai angka fantastis hingga Rp8 miliar. Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan pemborosan anggaran yang tidak sejalan dengan kebutuhan rakyat.
“Banyak pejabat itu, menurut saya, ini tidak efisien. Anda lihat sendiri. Kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh pemerintah daerah, dia beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar,” tegas Prabowo.
Sebagai perbandingan, Prabowo mengungkapkan dirinya memilih menggunakan kendaraan buatan dalam negeri, yakni Maung, yang dinilai lebih efisien.
“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden, ada antipeluru, mungkin jadi Rp1 miliar. Tapi, tidak sampai Rp8 miliar. Kita selidiki semua, efisiensi,” kata Presiden.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung kebiasaan kunjungan kerja pejabat daerah yang dinilai tidak esensial dan berpotensi membebani anggaran daerah.
“Habis itu kunjungan kerja-kunjungan kerja, sudahlah itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab, iya kan? Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta,” ujar Prabowo.
