Presiden Iran Sebut AS dan Israel Biang Kerusuhan di Negaranya

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian sebut AS dan Israel biang kerusuhan di negaranya/Foto : Dok. AFP Presiden Iran, Masoud Pezeshkian sebut AS dan Israel biang kerusuhan di negaranya/Foto : Dok. AFP

Iran, GPriority.co.id – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel menjadi biang kerusuhan di negaranya. Hal ini ia sampaikan dalam pidato kebangsaan di hari Minggu (11/1) kemarin.

Sebagaimana dikutip dari AFP News, Pezeshkian menilai AS dan Israel bersama-sama ingin menciptakan kekacauan dan ketidaktertiban di negaranya dengan mendesak warga Iran menjauhkan diri dari perusuh dan teroris.

Pezeshkian pun mencoba meyakinkan warga Iran bahwa pemerintah akan memperhatikan tuntutan dan kekhawatiran mereka, dengan menekankan bahwa perusuh tidak boleh dibiarkan mengganggu masyarakat.

“Masyarakat tidak boleh membiarkan para perusuh mengganggu ketertiban umum. Masyarakat harus percaya bahwa kami ingin menegakkan keadilan,” kata Pezeshkian lewat wawancara bersama televisi pemerintah IRIB.

Pezeshkian juga menuduh AS dan Israel menginstruksikan para perusuh dari luar negeri untuk menabur perpercahan masyarakat Iran.

“Amerika dan Israel duduk di sana, mengajari mereka: ‘SIlahkan, kami juga ada di sini’,” katanya.

Ia selanjutnya menuduh bahwa teroris yang dibawa ke negara itu dari luar negeri, membakar masjid dan memenggal kepala beberapa orang. Pezeshkian menambahkan, tindakan vandalisme dan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah tidak dapat diterima.

Presiden Iran itu pun mengimbau kaum muda agar tidak tertipu oleh para perusuh dan teroris tersebut. Ia menegaskan, pemerintah Iran akan mendengarkan kekhawatiran mereka dan bersiap memastikan akan memberi solusi.

“Masyarakat memiliki kekhawatiran; kita harus duduk bersama mereka, dan jika itu adalah tugas kita, kita harus menyelesaikan kekhawatiran mereka. Tetapi tugas yang lebih tinggi adalah dengan tidak membiarkan sekelompok perusuh datang dan menghancurkan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Pertama kali berbicara sejak gelombang protes terhadap tindakan keras rezim Iran yang menewaskan lebih dari 100 orang, Pezeshkian juga mempresentasikan rencana ekonomi untuk memberi sedikit keringanan kepada rakyatnya. Laporan menyebut, saat ini perekonomian negara Iran tidak baik-baik saja.

Aksi protes sebelumnya dilakukan warga yang dimulai dengan demonstrasi kecil di pasar-pasar Teheran, sebagai pertanda meningkatnya kekhawatiran akan biaya hidup dan krisis ekonomi yang melanda. Saat ini, krisis ekonomi di Iran sudah memasuki hari keempat belas, dengan pemadaman akses internet secara menyeluruh.

Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya rezim yang dipimpin oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Teriakan anti-rezim memenuhi jalan-jalan Teheran, sementara Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, putra Shah Iran, Mohammad Reza Shah, mengisyaratkan bahwa ia akan kembali dan mendesak para pengunjuk rasa untuk melanjutkan demonstrasi.