Presiden Putin Siap Bantu Indonesia Kembangkan Teknologi Nuklir Sipil

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin bertemu di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12)/Foto Situs Presiden RI Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin bertemu di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12)/Foto Situs Presiden RI

Moskow, GPriority.co.id – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapannya membantu Indonesia jika memutuskan melibatkan Rusia dalam pengembangan teknologi nuklir sipil. 

Hal itu disampaikan Putin saat menerima kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rabu (10/12).

“Ada banyak prospek dalam sektor energi termasuk energi nuklir. Saya tahu bahwa Indonesia memang ada rencana terkait dan kalau Indonesia memang memutuskan melibatkan Rusia, kami selalu siap untuk membantu,” kata Putin, dikutip dari situs Presiden RI, Kamis (11/12).

Selain sektor energi, Putin juga menegaskan komitmen memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk perindustrian, pertanian, dan pertahanan. 

Ia menyebut Indonesia sebagai mitra tradisional Rusia dalam industri pertahanan, dengan kerja sama teknis militer yang dinilai berjalan solid.

Putin menyoroti meningkatnya jumlah personel militer Indonesia yang menempuh pendidikan di lembaga militer Rusia. 

“Lembaga pendidikan tinggi militer juga banyak menerima banyak ahli militer Indonesia. Kami siap menaikan angka ini,” tuturnya.

Selain itu, Putin menyinggung pentingnya memperluas kerja sama di bidang kemanusiaan dan pariwisata. Upaya tersebut didukung oleh konektivitas penerbangan langsung serta kebijakan bebas visa antarwarga kedua negara.

Terkait peran Indonesia di dunia internasional,  Putin menyampaikan apresiasinya atas keanggotaan penuh Indonesia di BRICS, serta menyinggung pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU).

Sebagai informasi, pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto ini merupakan pertemuan bilateral kedua pada tahun 2025, setelah sebelumnya keduanya bertemu di Saint Petersburg pada Juni lalu.