Program Makan Bergizi Gratis Diusulkan Pakai Uang Zakat

Program Makan Bergizi Gratis Diusulkan Pakai Uang Zakat Program Makan Bergizi Gratis Diusulkan Pakai Uang Zakat

Jakarta, GPriority.co.id – Seiring berjalannya program makan bergizi gratis yang diusulkan Presiden Prabowo, berbagai usulan pun diberikan demi kelancaran penyalurannya.

Sejak 6 Januari kemarin, program makan bergizi gratis resmi dijalankan. Meski dalam pelaksanaannya masih menuai kritik, namun banyak juga yang merasa program ini cukup memberikan manfaat.

Belum lama ini, muncul usulan penggunaan uang zakat untuk program makan bergizi gratis. Ide ini diusulkan oleh Ketua DPD RI, Sultan B. Najamuddin.

Dirinya mendorong masyarakat untuk ikut terlibat dalam pendanaan program makan bergizi gratis, salah satunya melalui zakat.

Sultan mengatakan, program makan bergizi gratis berperan penting untuk mendukung visi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang memiliki budaya dermawan dan gotong royong dapat berkontribusi melalui zakat dalam memperluas jangkauan program makan bergizi gratis.

Selain itu, penggunaan uang zakat juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada APBN.

Dalam pernyataannya, Sultan turut mengapresiasi dukungan pemerintah Jepang terhadap kelancaran berjalannya program makan bergizi gratis.

Senada dengan Sultan, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, menyatakan jika infaq dan sedekah juga dapat digunakan untuk mendukung program makan bergizi gratis.

Hal ini bertujuan untuk menjadikan menu makan bergizi gratis lebih bervariatif. Salah satunya dengan adanya susu, telur, atau bubur kacang hijau.

Menurut Gus Yahya, dana infaq dan sedekah lebih fleksibel dibandingkan zakat. Hal ini karena zakat memiliki batasan tertentu dalam penggunaannya berdasarkan hukum fiqih.

Gus Yahya juga menyebut beberapa lembaga pengelola zakat, infaq, dan sedekah seperti Lazis NU, untuk dapat mengembangkan program pemanfaatan dana, demi mendukung peningkatan gizi siswa melalui program makan bergizi gratis.

MUI: Tidak Tepat Uang Zakat Untuk Makan Bergizi Gratis

Terkait usulan zakat untuk makan bergizi gratis, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas pun turut membuka suara.

Abbas mengatakan, tidak tepat rasanya jika uang zakat digunakan untuk makan bergizi gratis. Hal ini karena manfaat dana zakat, infaq, dan sedekah, hanya boleh dinikmati oleh kalangan fakir dan miskin.

Dirinya pun menyarankan agar pemerintah Indonesia dapat menjalankan program makan bergizi gratis secara bertahap, untuk meminimalisir anggaran.

Foto : ANTARA