Progres Pembangunan Tiga Gedung Pemerintahan Mahulu

Pemerintah Kabupaten Mahakan Ulu tengah membangun tiga gedung kantor pemerintahan yang terdiri dari Kantor Bupati Mahulu, Kantor DPRD Mahulu dan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Mahulu.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mahakam Ulu saat dihubungi mengatakan pembangunan tiga gedung pemerintahan ini dimulai sejak 30 Oktober 2019, dan diperkirakan target pembangunannya akan selesai pada akhir tahun 2021.

Gedung Bupati

Untuk pembangunan kantor bupati dengan luas lahan keseluruhan 5545.338 meter persegi, sedang dalam proses penyelesaian penutup atap yang sudah tertutup 65 persen.

Selain itu juga kantor bupati saat ini sedang dalam proses finishing facade depan atau bagian depan bangunan, penyelesaian arsitek lantai 2 dan 3, plafon lantai 1 dan 2, serta penyelesaian pekerjaan MEP (Mechanical Electrical & Plumbing) yang terkait dengan plafon, pemasangan lift dan genset gedung bupati.

Gedung DPRD

Gedung kantor DPRD berdiri di atas lahan keseluruhan seluas 1832.015 meter persegi.
“Untuk progress pembangunannya saat ini sedang menyelesaikan struktur area luar, pekerjaan MEP gedung penunjang, dan penyelesaian arsitek pada lantai 2, dimana sudah masuk pekerjaan sekat kaca dan lantai HT (Homogeneous Tile),” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Gpriority.

Gedung Bapelitbangda

Luas bangunan atau lahan Bapelitbangda secara keseluruhan sekitar 4412.413 meter persegi. Untuk saat ini tengah menyelesaikan atap, finishing area facade luar, penyelesaian gedung penujang seperti power house dan GWT (Ground Water Tank) yang merupakan konstruksi bawah tanah berfungsi untuk menampung dan mengolah air bersih yang bersumber dari sumur dalam, serta pekerjaan MEP penunjang gedung.

Terkait anggaran yang biasanya direfocusing atau memfokuskan kembali anggaran untuk penanganan Covid-19, PUPR mengaku dalam pembangunan tidak ada kendala yang berkaitan dengan anggaran, karena ketiga bangunan pemerintah tersebut bersifat urgensi atau mendesak.

“Sampai saat ini tidak ada kendala berarti yang berkaitan dengan anggaran, dikarenakan kebutuhan gedung yang urgensinya sangat diperlukan cepat, sehingga lebih difokuskan agar segera diselesaikan,” katanya.

Namun, kendala lain yang diakibatkan pandemi adalah produksi material pembangunan seperti kesulitan pengiriman material penunjanng. Juga kendala produksi material baja yang harus menunggu antrean karena perusahaan mengurangi produksi saat pandemi.

Pada waktu normal transportasi membawa material sampai lokasi memerlukan waktu tiga hingga empat hari. Namun saat pandemi pengiriman bisa tertunda hingga tujuh hari. Demikian juga kebutuhan tenaga kerja, kondisi cuaca, hingga arus sungai yang memengaruhi proses pengiriman material.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh berharap, pembangunan tiga gedung kantor baru ini dapat selesai sesuai target yang ditentukan. Agar gedung tersebut dapat segera dimanfaatkan dan Pemkab Mahulu mulai merencanakan pembangunan gedung lainnya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Mahulu telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kontrak tahun jamak pembangunan Kantor Pemerintahan di Mahakam Ulu bersama dengan PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor, (24/05/2021).

Penandatanganan MoU multi years contract (MYC) tahap I tersebut merupakan penandatangan kedua perpanjangan kerja sama antara Pemkab Mahulu dengan PT Brantas Abipraya (Persero). Penandatanganan dilakukan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, dan Wakil Ketua I DPRD Mahulu Tiopilus Hanye, di ruang Ruby lantai III, Hotel Mercure Samarinda.(#)

Related posts