Meksiko, GPriority.co.id – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Meksiko menghadapi gelombang protes besar dari ribuan guru.
Mereka menilai pemerintah Meksiko lebih memprioritaskan penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dibandingkan kesejahteraan tenaga pendidik dan sektor pendidikan.
Dilansir dari NDTV Sports, aksi unjuk rasa dipimpin oleh Coordinadora Nacional de Trabajadores de la EducaciĂłn (CNTE), serikat guru terbesar di Meksiko yang selama beberapa pekan terakhir menggelar demonstrasi massal di Mexico City.
Mereka menuntut kenaikan gaji yang signifikan, reformasi sistem pensiun, serta peningkatan investasi pendidikan. Para guru bahkan mengancam akan melakukan mogok nasional selama Piala Dunia berlangsung jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Claudia Sheinbaum hanya menyetujui kenaikan gaji sekitar 9 hingga 10 persen. Angka tersebut jauh dari tuntutan CNTE yang meminta kenaikan hingga 100 persen dari gaji pokok.
Serikat guru beralasan bahwa pendapatan mereka saat ini tidak lagi sebanding dengan biaya hidup yang terus meningkat.
Dalam demonstrasi yang berlangsung pada Hari Guru Nasional, ribuan anggota CNTE turun ke jalan sambil membawa berbagai spanduk bernada kritik terhadap pemerintah. Salah satu pesan yang paling banyak mendapat perhatian berbunyi, “Pendidikan bukan prioritas, tetapi bisnis miliaran dolar dari Piala Dunia adalah prioritas.”
Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan para guru terhadap besarnya anggaran dan perhatian yang diberikan pemerintah untuk menyukseskan Piala Dunia 2026.
Sekretaris Jenderal CNTE wilayah Mexico City, Pedro Hernández, juga melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
“Kami tidak mengancam. Kami akan hadir di Piala Dunia yang menguntungkan para miliarder itu,” tegasnya yang menunjukkan bahwa serikat guru berencana memanfaatkan sorotan global Piala Dunia untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Sementara itu, guru asal Zacatecas, Filiberto Fraustro Orozco, menegaskan bahwa para pendidik tidak akan menghentikan perjuangan mereka.
“Kami menuntut pemerintah memenuhi seluruh tuntutan kami,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat kesepakatan internal untuk menggelar mobilisasi yang lebih besar selama Piala Dunia berlangsung.
Protes CNTE telah menyebabkan penutupan sejumlah jalan utama, mengganggu aktivitas ekonomi, dan memaksa pemerintah meningkatkan pengamanan menjelang laga pembuka Piala Dunia.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan tetap membuka ruang dialog, namun mengakui keterbatasan anggaran untuk memenuhi seluruh tuntutan serikat guru.
Dengan jutaan wisatawan diperkirakan datang ke Meksiko selama Piala Dunia 2026, ancaman mogok nasional dari para guru berpotensi menjadi tantangan serius yang dapat membayangi pesta sepak bola terbesar dunia tersebut.
