Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah utara Pulau Sumatera dan menewaskan ratusan orang. Ucapan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya korban jiwa serta kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera,” kata Presiden Putin dalam pesan belasungkawa tersebut.
Putin menegaskan bahwa pemerintah dan rakyat Rusia turut berduka bersama masyarakat Indonesia yang kehilangan anggota keluarga maupun kerabat akibat bencana tersebut.
Rusia juga berharap pemulihan di kawasan terdampak dapat berlangsung cepat sehingga warga dapat kembali hidup normal dan aman.
Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu (29/11) sore, total korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 303 orang.
Sumatera Utara tercatat sebagai wilayah dengan korban terbanyak. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan jumlah korban meningkat drastis dibanding hari sebelumnya.
Jumlah korban jiwa naik dari 116 orang pada Jumat (28/11) menjadi 166 orang pada Sabtu, sementara 143 orang masih dinyatakan hilang.
Di Aceh, BNPB mencatat 47 korban meninggal, 51 orang hilang, dan delapan luka-luka.
“Aceh kondisinya per sekarang ada penambahan korban. Untuk pertama korban jiwa ada 47, 51 masih hilang, dan delapan luka-luka. Data ini masih akan berkembang terus, karena ada beberapa pencarian pertolongan dari satgas gabungan ini menemukan korban,” ujar Kepala BNPB Suharyanto.
Sumatera Barat juga mengalami peningkatan jumlah korban, menyusul temuan terbaru di Kabupaten Agam. Total 90 orang meninggal, 85 hilang, dan 10 luka-luka.
“Untuk jumlah korban, untuk Padang [Sumbar] ini meningkat. Jadi sekarang nomor dua setelah Sumut, ini korban jiwa ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka,” tutur Suharyanto.
Secara keseluruhan, tiga provinsi tersebut mencatat 303 korban meninggal: 166 di Sumut, 90 di Sumbar, dan 47 di Aceh. Pemerintah daerah bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
