Rayap Gak Betah! Ini 9 Jenis Kayu Tahan Banting dan Anti Rayap

Kayu biasanya cepat rusak lantaran dimakan rayap. Kayu yang termakan oleh rayap membuat kondisi rumah menjadi tidak menarik, rusak, keropos, dan mudah lapuk.

Kayu merupakan bahan dasar yang banyak dicari orang untuk membuat berbagai macam bangunan, furniture dan parabot rumah. Selain itu kayu juga bisa digunakan sebagai penghias rumah agar terkesan tradisional dan cantik. Banyak orang yang menginginkan jenis kayu yang awet, tahan lama, dan tentunya anti rayap.

Ada jenis-jenis kayu yang rayap pun tak mempan memakannya. Rayap tak betah, bahkan untuk tinggal pada jenis-jenis kayu berikut ini.

1. Kayu Jati

Kayu jati merupakan jenis kayu terbaik dan berkualitas tinggi dan terdapat di berbagai negara seperti India, Myanmar, Laos, Kamboja dan Thailand, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri tumbuh subur di pulau Jawa seperti di daerah Jepara, Blora dan Bojonegoro. 

Kayu yang berasal dari Burma ini memiliki banyak keunggulan, selain tahan terhadap rayap kayu ini juga memiliki batang yang lurus dan dapat tumbuh mencapai tinggi 30-40 m dengan kandungan kadar air segar kayu jati sebesar 70,79% dan kadar air kering udaranya sebesar 14,10%.

Struktur batangnya kuat terhadap perubahan cuaca, mudah diolah serta memiki kadar air arna kayu jati yang natural mulai dari coklat muda, keabu-abuan hingga coklat merah tua, menjadi ciri khas tersendiri.

Kayu jenis ini biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat bangunan karena keawetannya. Bahkan kayu jati ini sudah terkenal sejak dulu sebagai bahan untuk membuat kapal, jembatan, bantalan rel, hingga kapal perang.

2. Kayu Ulin

Kayu ulin merupakan kayu khas Indonesia yang berasal dari Kalimantan. Kayu ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya bisa mencapai 50 meter dengan diameter mencapai 120cm dan memiliki kadar air rata-rata sebesar 13,62%. Kayu ini memiliki julukan kayu besi karena memiliki sifat yang sangat kuat, berat, keras, tahan banting, dan tentunya anti rayap.

Kayu ulin sangat kuat dan awet sehingga sering dimanfaatkan sebagai pondasi bangunan di dalam air dan lahan basah, atap rumah (sirap), kusen dan pintu. Selain itu ulin juga biasa digunakan untuk bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.

Karena sifatnya yang tahan air, kayu ulin sering digunakan untuk membuat rumah panggung di pinggir rawa atau sungai oleh masyarakat Sumatera dan Kalimantan.

3. Kayu Merbau

Pohon merbau banyak tumbuh di daerah luar pulau Jawa, seperti Sulawesi, Kalimantan, Papua, hingga Maluku. Pohon ini dapat tumbuh mencapai tinggi 50 meter dengan kadar air sebesar 15%. Kayu merbau memiliki keunggulan anti rayap dan anti jamur sehingga penggunaannya lebih tahan lama.  Warna-warna dari kayu merbau mirip dengan kayu jati yaitu warna kuning kecoklatan, coklat kemerahan, hingga sedikit kehitaman

Di Maluku dan Papua Nugini kayu merbau juga sering disebut kayu besi karena karakternya yang keras sehingga kayu merbau juga cocok digunakan untuk pembuatan konstruksi rumah, jembatan, hingga badan truk. Kayu merbau tahan terhadap berbagai kondisi cuaca sehingga bisa jadikan sebagai bahan pembuatan mebel khusus outdoor, seperti kursi teras atau meja teras. 

Merbau dapat diserut dengan mesin sampai halus dan mudah digergaji, namun kurang baik untuk dibubut. Kayu ini juga biasanya pecah apabila dipaku, dan dapat menimbulkan noda hitam apabila berhubungan dengan besi atau terkena air.

4. Kayu Sonokeling

Kayu sonokeling merupakan kayu asli Jawa yang masuk dalam kategori kayu keras yang berwarna gelap dan bermutu tinggi. Sonokeling hanya tumbuh liar di hutan-hutan Jawa Tengah dan Jawa Timur pada ketinggian 600 meter di bawah permukaan laut.
Kayu yang memiliki nama lain sonobrit dan sonosungu berukuran sedang hingga besar, tingginya mencapai 20-40 m dan kadar airnya sebesar 15%. Kayu sonokeling memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah diolah menjadi bahan furniture tanpa perlu diamplas.

Kayu sonokeling memiliki pola yang indah, dengan berhuaskan warna ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan.

Bagian tengah kayu sonokeling juga memiliki getah alami yang berfungsi sebagai penangkal rayap dan jamur tanpa perlu menambah obat-obatan lagi, sehingga kayu ini bisa lebih awet dan tahan lama.

5. Kayu Sengon Laut

Pohon sengon laut atau bisa disebut pohon jeunjing tersebar secara alami di India, Asia Tenggara, Cinaselatan, dan Indonesia. Mulai dari ukuran pohon yang sedang sampai agak besar, kayu sengon laut memiliki ketinggian mencapai tinggi 40m dengan diameter 100 cm atau lebih.

Pohon penghasil kayu ini juga memiliki pertumbuhan tercepat didunia, selama setahun pohon ini bisa tumbuh mecapai ketinggian 7 menter dan nilai rata-rata kadar airnya adalah 8,45%.

Kayu ini memiliki berbagai sebutan nama, salah satunya di Maluku kayu sengon disebut selawaku.

Kayu ini tidak diserang rayap, karena adanya kandungan zat ekstraktif di dalam kayunya. Kayu jenis ini biasanya diproduksi menjadi peti-peti pengemas, papan partikel, papan lapis, dan jembatan.

di Jawa Barat kayu ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan rumah, seperti papan-papan, kasau, balok, tiang dan sebagainya. Di Maluku, pada masa lalu kayu jeungjing biasa digunakan sebagai bahan pembuatan perisai karena sifatnya yang ringan, liat dan sukar ditembus. 


6. Kayu bengkirai

Kayu bengkirai atau dikenal juga dengan nama kayu balau ini berasal dari Kalimantan serta di Filipina dan Malaysia. Kayu bengkirai juga dapat tumbuh hingga 40 meter dengan diameter mencapai 120 cm. Kayu ini memiliki kadar air 15% dan dapat kering dalam waktu mulai 12 hari hingga 1 bulan.
Bengkirai memiliki tampilan warna kuning kecokelatan. Inti kayu ini memiliki warna yang lebih gelap jika dibandingkan dengan bagian yang dekat dengan permukaan.

Jika dibandingkan dengan kayu lain, bengkirai termasuk yang paling getas. Meskipun begitu, kayu ini termasuk kayu yang keras sehingga banyak digunakan untuk dekorasi luar ruangan seperti atap dan pagar. Selain itu sifatnya tahan terhadap cuaca ekstrim membuat kayu ini sering dipakai untuk keperluan konstruksi berat seperti jembatan, bantalan rel kereta, hingga perkapalan.

7. Meranti

Kayu Meranti merupakan jenis kayu popular di kawasan Asia Tenggara. Pohon dari kayu meranti memiliki bentuk batang bulat silindris, dengan tinggi total mencapai 40-50 m. Meranti bisa dikenali dari permukaannya yang berwarna merah. Tingkat warna merah kayu akan menandakan usia dari kayu tersebut. Semakin gelap warnanya, semakin tua usianya dan semakin baik kualitasnyaa.

Strukturnya yang kuat dan keras, membuat bentuk dan ukurannya tidak mudah mengalami perubahan. Kayu ini memiliki kandungan airnya sebanyak 15%.

Kayu meranti tak mudah rusak meski terendam air cukup lama dan anti rayap. Sehingga kayu ini bisa digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Seperti untuk pembuatan rangka atap, parket lantai, railing tangga, pintu, jendela, bahkan alas.

Kayu maranti mudah diolah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan membuat papan partikel, harbor, dan venir untuk kayu lapis. Selain itu, kayu olahan dari kayu meranti ini cocok untuk dijadikan bubur kayu, bahan utama pembuatan kertas.

8. Kayu kamper

Kayu kamper berasal dari daerah tropis dan banyak ditemui di Pulau Kalimantan, khususnya di Samarinda. Umumnya pohon dari kayu kamper memiliki tinggi mencapai 20-30 meter dengan diameter 0,6-1,2 meter. Kayu kamper memiliki daya tahan yang baik sehingga awet digunakan hingga 10-15 tahun. Kayu ini memiliki kadar air sebanyak 13%.

Kayu ini disebut kayu kamper karena baunya yang mirip aroma kamper membuat rayap pergi. Material pada kayu kamper juga kuat dan tahan banting

Meskipun begitu, kayu kamper juga punya kelemahan, terutama saat sudah lama digunakan dan terkena air serta menyusut. Maka dari itu, kayu ini tidak cocok dijadikan bahan dasar membuat pintu dan jendela rumah. Lebih baik memakai kayu kamper untuk konstruksi atap dan plafon.

9. Kayu damar laut

Kayu damar laut merupakan jenis kayu keras yang memiliki serat yang lurus atau terpilin. Kayu damar laut yang baru biasanya memiliki warna kuning kecoklatan, namun semakin lama kayu ini berada di luar ruangan, warna kayu damar laut akan semakin gelap.

Proses pengolahan kayu ini termasuk sulit karena sifat kayunya yang keras. Sifatnya yang keras ini menjadikan kayu damar laut cocok digunakan pada eksterior ruangan atau pada lingkungan outdoor.

Related posts