Menteri KKP Edhy Prabowo: Sektor Budidaya Perikanan Kian Menjanjikan

Karet dan sawit merupakan sektor usaha di bidang pertanian yang paling diminati.Karena berdasarkan data Kementerian Perdagangan, dalam setiap tahunnya, karet dan sawit mendapat penghasilan Rp.15 juta per hektar.

Selain sawit dan karet, ada sektor lainnya yang menurut Menteri Kelautan dan perikanan, Edhy Prabowo pada Rabu (10/6/2020) lebih menjanjikan dan hasil yang didapat lebih besar yakni budidaya perikanan.

” Kenapa budidaya perikanan, karena sektor perikanan pada saat ini mengalami grafik yang menjanjikan untuk di ekspor ke luar negeri,” ucap Edhy.

Adapun budidaya perikanan yang dimaksud oleh Edhy adalah udang, tuna, tongkol, cakalang, cumi sotong, gurita, rajungan, kepiting dan rumput laut.

Menurut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo,berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat statistik triwulan pertama tahun 2020, budidaya perikanan jenis tersebut mampu meningkatkan nilai ekspor ke luar negeri.

“Udang mendominasi ekspor dengan nilai mencapai USD 466,24 juta (37,56%). Tuna-tongkol-cakalang (TTC) dengan nilai USD 176,63 juta (14,23%). Kemudian cumi-sotong-gurita dengan nilai USD 131,94 juta (10,63%).Disusul rajungan-kepiting dengan nilai USD105,32 Juta (8,48%) dan rumput laut dengan nilai USD53,75 Juta (4,33%),” jelas Nilanto.

Lebih lanjut dikatakan Nilanto, selain meningkatkan sektor ekspor, budidaya perikanan ini juga dimaksudkan Menteri Edhy untuk meningkatkan ekonomi petambak, melestarikan perikanan dan memberantas pengangguran.

” Saya mengambil contoh tambak udang. Jika satu hektarnya diisi lima orang pekerja, maka akan banyak pekerja yang terlibat dengan tambak tersebut. Dengan begitu angka pengangguran bisa semakin berkurang,” ucap Nilanto.

Terkait pembiayaan, Edhy menegaskan bahwa pembudidaya yang mengalami masalah permodalan dalam pengembangan usahanya, bisa mengikuti program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 6 persen. Adapun anggaran program KUR yang disiapkan mencapai Rp 195 triliun. Atau bisa juga melalui dana BLU-LPMUKP dengan bunga hanya 3 persen per tahun.

“Ini semua bisa diakses untuk kepentingan bisnis produktif,”tutupnya.(Haris)

Related posts