Rekaman Suara Donald Trump Bocor! Ancam Bakal Bom Rusia dan China

Rekaman Suara Donald Trump Bocor! Ancam Bakal Bom Rusia dan China Rekaman Suara Donald Trump Bocor! Ancam Bakal Bom Rusia dan China

Jakarta, GPriority.co.id – Emosi Donald Trump bergejolak. Rekaman suaranya pun bocor ke publik. Dirinya menyebut akan mengirim bom ke Rusia dan China.

Namun bukan tanpa alasan, hal ini akan dilakukan Trump jika Rusia menyerang Ukraina dan China menyerbu Taiwan. Sontak, rekaman suara Trump yang bocor itu pun mendapat respon dari pemerintah Rusia maupun China.

“Saya bilang ke Putin, jika anda menyerang Ukraina maka kita akan mengebom Moskow habis-habisan. Dia berkata, tidak percaya (akan pernyataan Trump). Saya juga bilang ke Presiden Xi, jika anda menyerang Taiwan, saya akan mengebom habis-habisan orang Asia,” tegas Trump dalam rekaman suara yang bocor ke publik tersebut.

Lebih lanjut, dalam rekaman tersebut Trump mengklaim jika sebelumnya sempat memberi peringatan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, jika AS tak punya pilihan lain selain mengirim bom secara besar-besaran untuk membalas potensi invasi.

Peringatan Trump tersebut muncul pada konteks penggalangan dana untuk kampanye di tahun 2024, yang juga dikutip oleh berbagai media internasional.

Merespon hal tersebut, Kremlin membantah dengan tegas terkait percakapan itu. Kremlin menyebut jika Trump belum menjabat presiden pada saat itu, dan menyatakan jika tak ada komunikasi yang terjalin.

Senada, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga mengatakan jika pernyataan Trump merupakan informasi yang palsu (hoax) dan seringkali beredar.

“Kami juga tidak tahu, karena sekarang banyak berita palsu. Bahkan jumlahnya lebih banyak daripada informasi yang benar,” ujar Peskov.

Di sisi lain, Pemerintah China secara berhati-hati merespon hal tersebut. Bahkan media-media di China juga memberikan sensor terhadap pernyataan Trump yang menyebut kata Beijing.

Sementara juru bicara Kedutaan China di Washington, Liu Pengyu, juga menyatakan jika dirinya tak mengetahui polemik ini. Baik Rusia maupun China, nampaknya keduanya tak mau menanggapi lebih mendalam, demi meredam konflik lebih lanjut.

“Kami tidak memahami dan tidak mengetahui (adanya) situasi tersebut,” kata Pengyu.

Foto : Dok. Bloomberg