Respon Konflik AS-Venezuela, Kemlu RI Serukan Kepatuhan Terhadap Hukum Internasional

Jubir 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa WNI di Venezuela dalam keadaan aman/Foto : Dok. Kemlu RI Jubir 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa WNI di Venezuela dalam keadaan aman/Foto : Dok. Kemlu RI

Jakarta, GPriority.co.id – Merespon konflik AS-Venezuela yang berlangsung hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) pun membuka suara, dengan berfokus menyerukan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Sebagaimana dilansir dari informasi yang didapatkan oleh GPriority pada Senin (5/1) kemarin, Juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyebut hingga saat ini Indonesia terus mencermati perkembangan yang terjadi di Venezuela dengan seksama.

“Indonesia menyerukan secara tegas kepada semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam piagam PBB dan hukum humanitar internasional, khususnya perlindungan terhadap warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Yvonne pada Senin (5/1) kemarin.

Ia melanjutkan, setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, akan beresiko menciptakan presiden yang berbahaya dalam hubungan internasional, menggerus prinsip kedaulatan dan diplomasi, hingga mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan juga global.

Dalam pernyataannya, Yvonne mewakili Indonesia meminta semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog, dan menghormati hak serta kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan, juga menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka.

WNI di Caracas Dalam Keadaan Aman

Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Yvonne juga melaporkan bahwa 37 WNI di Venezuela saat ini dalam keadaan aman.

“Berdasarkan pantauan langsung KBRI Caracas, pada hari ini waktu setempat, 5 Januari 2026, KBRI Caracas memastikan bahwa saat ini seluruh 37 WNI di Venezuela dalam keadaan aman dan dapat tetap terus berkomunikasi dengan KBRI,” lapornya.

Selain itu, Yvonne mengatakan, terdapat gangguan jaringan komunikasi oleh provider nasional di wilayah Caracas dan pemadaman listrik di salah satu wilayah di Caracas.

“Secara umum, KBRI Caracas melaporkan situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas mulai kondusif dan menunjukkan peningkatan,” lanjutnya.

Saat ini, pasar swalayan telah beroperasi kembali dan tidak terlihat adanya fenomena panic buying di tengah konflik yang masih terjadi. Begitupun dengan stasiun pengisian bahan bakar yang juga telah dibuka dan mobilitas kendaraan pada jalan-jalan utama juga mulai terlihat normal seperti sebelum terjadi konflik.

Di akhir pernyataannya, Yvonne mengimbau WNI di Venezuela untuk terus siaga.

“Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Caracas telah memiliki contingency plan terkait situasi keamanan di Venezuela yang akan diberlakukan sekiranya dibutuhkan, sesuai dengan perkembangan situasi terkini,” tutupnya.