Restrukturisasi dan Relaksasi Kredit Bagi yang Terdampak Covid-19

Sejumlah bank dan perusahaan multifinance di Bekasi diminta untuk melakukan restrukturisasi kredit bagi debitur yang tercantum dalam surat edaran Nomor 180/2283/Setda.Huk. Wali kota Bekasi Rahman Effendi mengatakan permintaan restrukrisasi mengingat banyak kinerja dan kapasitas Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak penyebanyaran Covid-19.Ia juga meminta agar perusahaan multifinance dan bank menghentikan penagihan pengembalian dengan debtcollector selama masa penangguhan pembayaran kredit.

Ia juga menambahkan bahwa cara ini dilakukan beradasarkan aturan yang tercantum dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penilaian kualitas aset. Misalnya dengan cara penurunan suku bunga, perpanjang jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, dan pengurangan tunggakan bunga.

Disisi lain Juru bicara presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman menegaskan relaksasi kredit yang diumumkan presiden pada Selasa (24/03/20) lebih diutamakan kepada mansyarakat yang sudah dinyatakan sebagai pasien positif covid-19. Relaksasi kredit ini sudah diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fadjroel juga menegaskan, bukan berarti seluruh pelaku usaha mikro kecil menengah akan mendapat bantuan relaksasi kredit kebijakan relakasasi kredit ini.

Ia juga menambahkan, debitur baru akan mendapatkan relaksasi setelah melalui tiga proses. Pertama debitur wajib mengajukan restrukturisasi ke bank secara online, kemudian bank akan melakukan penilaian untuk menentukan debitur terdampak atau tidak, setelah itu bank membuat keputusan.(Dwi)

Related posts