Penulis : Ponco | Editor : Dimas A Putra | Foto : Kemhan
Palangkaraya, Gpriority.co.id – Untuk mengamati perkembangan proses pembangunan food estate sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra meninjau kegiatan food estate berupa tanaman jagung di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng) serta lahan padi di Desa Pantik, Kecamatan Pandih Batu.
Pada senin (11/12) keduanya bergerak cepat memastikan pangan nasional dalam kondisi aman. Dilansir laman Kementan, Amran Sulaiman menyampaikan optimismenya terkait lahan jagung seluas 600 hektare di food estate dapat ditangani dengan baik terutama melalui kolaborasi yang kuat antara Kementan dan Kemenhan.
“Food estate ini untuk masa depan anak cucu kita, untuk generasi kita ke depan. Dan ini adalah kontribusi kita dalam memberi pangan masyarakat dunia. Ini mimpi besar kita, mimpi besar Bapak Presiden, juga mimpi besar Kemenhan. Saya optimis karena semua on progres, saya optimis segera bisa ditangani,” kata Mentan. Menurutnya, food estate yang dikerjakan ini sudah sangat bagus karena jagung yang ditanam memiliki kualitas panen yang sangat besar. Hal ini terlihat dari keragaan daun dan batang yang tumbuh sesuai dengan kondisi pertanaman di Kalimantan.
Atas dasar itu, dirinya mengajak masyarakat agar saling bahu membahu mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan jagung nasional sehingga tidak perlu diributkan secara meluas. “Ini terlalu kecil untuk kita ributkan dan polemik. Bayangkan kalau kita membagi 600 hektar dari 7,4 juta hektar, itu hanya 0,008 persen. Tapi ini dibahas di media harusnya ini dihentikan karena sangat kecil. Apalagi anggaran food estate ini hanya 54 miliar, kecil sekali, itupun bantuannya dari kementerian PU. Tetapi percaya 6 bulan ke depan tiga bulan sampai 6 bulan masalah ini selesai,” tandasnya.
Ditambahkannya, food estate ini nantinya akan dijadikan sebagai sentra dan kekuatan besar bagi cadangan pangan Indonesia ke depan, terutama dalam mengantisipasi kepadatan jumlah penduduk yang terus meningkat. “Tiap tahun penduduk kita bertambah kurang lebih 3,5 juta. Jadi ini harus disiapkan makanannya, harus disiapkan pangannya. Kalau tidak dari sekarang bisa bermasalah bangsa ini. Ingat kalau krisis ekonomi sektor pertanian berjaya dan covid mampu kita lewati. Akan tetapi kalau krisis pangan siapa yang bisa mengatasi,” pungkasnya.
Sementara, Wamenhan M.Herindra menegaskan program food estate merupakan langkah nyata dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani di Indonesia, khususnya bagi petani lokal di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
