Sejumlah Daerah Buka Donasi Bencana Longsor Tana Toraja

Tana Toraja, GPriority.co.id – Korban longsor di Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) Sebanyak 20 Orang. Bencana tanah longsor yang terjadi di dua wilayah di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu malam (13/4).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa pemerintah di daerah rawan longsor perlu lebih sigap dalam melihat tanda-tanda bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, semua peralatan untuk deteksi dini bencana tanah longsor – mulai dari indikasi kawasan rawan hingga peringatan cuaca – sudah difasilitasi bagi pemerintah daerah. Sehingga, seharusnya bencana yang menelan jiwa bisa dihindari.

“Jadi penanggulangan bencana ini, ujung tombaknya pemerintah daerah. Sekarang informasi apa lagi yang diperlukan, Peta daerah sudah ada, peta risikonya sudah ada. Terus sekarang, prakiraan cuaca BMKG alatnya sudah ada di situ.”

Teknologi praktisnya untuk melihat gejala alam sudah kami ajarkan. Proses belajar ini juga harus kita dorong ke pemerintah daerah,” tegas Abdul.

Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, mengatakan bahwa sebelum terjadi bencana tanah longsor yang menewaskan 20 warga, pemerintah daerah sudah memberikan imbauan kepada warga.

Theofilus justru mengeklaim pembukaan lahan menggunakan racun yang dilakukan warga adalah salah satu faktor penyebab tanah longsor.

“Jika tidak bijak menggunakan racun untuk tanaman itu, maka tanah akan kering dan jika tidak dikelola lebih lanjut ketika ada hujan dengan intensitas tinggi tidak menutup kemungkinan akan ada banjir maupun longsor, ini saran untuk kita semua,” tuturnya.

“Kami melakukan sosialisasi untuk melakukan reboisasi untuk hutan-hutan yang gundul supaya menyerap air,” tutup Theofilus.

Warga Dusun Putte, yang selamat dari bencana longsor, menuturkan, bahwa banyak korban yang tertimbun longsor karena salah satu warga mengadakan acara keluarga di rumah dekat perbukitan.

“Ada acara keluarga di salah satu rumah warga yang ada di RT Palangka, jadi pada kumpul saat hujan deras. Mereka tidak menyangka akan terjadi longsor,” ujar Lukas kepada wartawan.

Ia mengatakan warga saat itu masih santai-santai dan kebanyakan sudah tertidur saat terjadi longsor. Sebab, kebanyakan dari masyarakat dusun itu bekerja di kebun sejak pagi buta dan beristirat pada malam harinya.

“Sebelum kejadian kondisi perkampungan warga tersebut seperti biasa, warga beraktivitas seperti berkebun dan berternak. Namun, pascabencana tanah longsor semuanya hilang luluh lantak,” ungkap Lukas.

Sebelum bencana melanda, banyak perkebunan dan rumah warga yang terletak di kawasan perbukitan tersebut. Kini, yang tersisa hanya patahan-patahan kayu dan tanah yang sudah mengering. Sebelumnya lahan itu berlumpur akibat hujan lebat.

Setidaknya ada enam rumah warga hancur, sementara rumah warga yang tersisa kurang lebih tiga rumah.

Proses evakuasi dan pencarian korban tanah longsor terkendalaMenurut keterangan Basarnas, tanah longsor terjadi di Makale Selatan, Tana Toraja pada Sabtu (13/4) pukul 22:30 WITA malam.

Bencana tersebut menelan 20 korban jiwa. Sebanyak 16 orang ditemukan meninggal dunia di Makale Selatan, sedangka empat orang lainnya di daerah Lembang Randan Batu.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel, mengatakan korban terakhir yang ditemukan adalah seorang ibu bernama Sopia. Perempuan berusia 20 tahun itu ditemukan berjarak setengah meter dari anaknya, Gea, yang berumur tiga tahun.Ia mengatakan bahwa medan pencarian sulit dijangkau karena terputusnya akses jalan menuju ke lokasi longsor, sehingga peralatan berat sulit dibawa masuk ke wilayah longsor.

“Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan berjalan kaki di wilayah longsor di Desa Palangka Tana Toraja,” kata Mexianus.

Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo, yang didampingi Dandim 1414/Tator Letkol Arh Bani Sepang, mengatakan pihaknya mengerahkan sebanyak 21 Tim SAR dari Brimob Polda Sulsel dan 2 unit anjing pelacak.

Selain itu, sebanyak 116 orang dari Basarnas, Kodim 1414 Toraja, BPBD Tana Toraja, Balai Kehutanan, Polres Tana Toraja, SAR Brimob, dan masyarakat sekitar turut membantu proses pencarian.

Posko Bantuan dari Daerah sekitar, Bencana longsor di TanaToraja,.menyita perhatian sejumlah daerah sekitar,.dari bencana ini, sejumlah daerah membuka posko bantuan untuk dikirim. Ke Tana Toraja, Kepala.BPBD Kota Parepare Hj.A. Irma Suryani, mengatakan pihaknya membuka.posko bantuan di BPBD Kota Parepare, dan dibuka untuk umum lalu nantinya kita serahkan Ke Pemkot Tana Toraja untuk disalurkan ke keluarga korban longsor di 2 tempat di Tana Toraja.

Foto: Dok.pribadi