Jakarta, GPriority.co.id – Menyoroti pelaksaaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saat ini, Sekretaris Jenderal (Sekjen) HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Dr. Anggawira, menyebut reformasi partai politik sebagai tantangan utamanya.
Diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam talkshow CSIS di Jakarta, Rabu (15/10), Anggawira menyebut sudah seharusnya eksekutif dan legislatif tidak lagi dibatasi karena kekuasaan partai politik yang absolut. Menurutnya, hal tersebut tak masuk akal.
“Jadi saya mau memberikan dorongan ke arah sana. Seperti kita di HIPMI, ada regenerasi. Ketua umum hanya boleh 1 kali dijabat. Makanya, banyak lahir pemimpin-pemimpin muda. Harusnya kaum-kaum yang sudah nyaman bisa diberi tekanan,” ungkap Angga.
Dalam kesempatan tersebut, Angga turut menyoroti kualitas kepala daerah. Menurutnya, bukan hanya yang bisa memimpin, tetapi juga harus memiliki public speaking yang baik, serta sensifitas terhadap masyarakat.
“Harus ada standar yang jelas. Apalagi tantangan kita ke depannya soal pengelolaan sumber daya alam. Belum lagi pemerintah daerah punya tools BUMD. Kalau kita lihat BUMD sampai saat ini nggak ada satupun yang maju. Ini harus jadi bahan evaluasi juga,” lanjutnya.
Selain itu, Angga mengatakan, jika pemerintah ingin melakukan perubahan, jangan hanya terbatas di hilir saja melainkan harus menyeluruh dan merata.
“Kalau mau wujudkan Indonesia 2045, jangan jalan di tempat. Nggak ada perubahan, nggak ada transformasi,” tutupnya.
