Seorang Wanita Berteriak Minta Pertolongan di DPR, Sebut Korban Pelanggaran HAM

Jakarta, GPriority.co.id – Seorang wanita menarik perhatian karena berteriak dengan suara lantang setelah Rapat Paripurna Pembukaan masa Sidang ke-IIIĀ  tahun 2023-2024 selesai. Hal ini terjadi di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa, (16/1).

Nurmala, demikian namanya, mengungkapkan bahwa salah satu keluarganya menjadi korban pelanggaran HAM karena menentang kasus korupsi.

Awalnya, Nurmala mengangkat selembar kertas yang berisi tulisan ‘+ 20 Tahun Kami Mengalami Pelanggaran HAM Berat karena Menolak Korupsi dan Melaporkan ke KPK’.

Kejadian tersebut terjadi saat Gedung Nusantara II yang dipenuhi oleh para anggota dewan yang usai meninggalkan rapat paripurna.

Beberapa waktu kemudian, petugas keamanan internal DPR RI, Pengamanan dalam (Pamdal) mendekati Nurmala dan meminta agar ia menghentikan tindakannya.

Nurmala saat ditenangkan oleh anggota komisi IV, Djarot Saiful Hidayat di Gedung DPR RI, Selasa (16/1) (Foto: GPriority/Hilal)

Tetapi, Nurmala menolak dan dengan tegas menyatakan bahwa ia adalah korban pelanggaran HAM.

“Badan kamu besar, kasar kamu, kamu nggak malu sama saya, saya perempuan, saya itu mau minta bantuan, saya ini korban,” lantang Nurmala.

Tak lama dari itu, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga merupakan anggota komisi IV, Djarot Saiful Hidayat mendekati Nurmala. Djarot berusaha membujuk Nurmala untuk menceritakan situasi yang dialaminya saat ini.

“Datanya mana? iya oke, Ibu nggak usah teriak-teriak, nggak apa-apa,” tutur Djarot.

Respon Djarot ini akhirnya membuat Nurmala berhenti melakukan aksinya. Lalu Djarot mengatakan akan membantu Nurmala setelah situasi sekitar kondusif.

Foto: GP Hilal