Seorang Warga Parepare Jadi Korban Gempa Sulbar

PAREPARE,Gpriority — Gempa 6,2 SR yang terjadi 15 Januari 21 Pukul 13.28.17 detik kemarin, mengakibatkan 3 orang meninggal Dunia, seorang di antaranya warga Kota Parepare, inisial (NR) sementara 2 orang lainya adalah perempuan inisial (GT) dan (AN) ketiganya menjadi korban gempa siang kemarin hingga gempa susulan Jum,at dini hari tadi.

Selain korban jiwa gempa tersebut mengakibatkan kerugian material sarana umum lainya. Pusat gempa berada di lokasi :2.98 LS, 118.94 BT (6 Km Timur Laut Majene Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan kedalaman 10 Km.

Berikut kerusakan yang terdampak dari bencana gempa Sulbar :
@Korban Jiwa Kabupaten Majene :
– Tiga orang meninggal dunia
– 24 orang luka-luka (pendataan(
– Kurang lebih 2.000 orang mengungsi ketempat yang lebih aman.
@Kerugian materil Kab. Mamuju
– Hotel Maleo (rusak berat)
– Kantor Gubernur Sulbar (rusak berat)
– Rumah warga (Pendataan)
– Jaringan listrik padam.
@Kab. Majene
– Longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus)
– 62 unit rumah rusak (data sementara)
– 1 unit Puskesmas (rusak berat)
– 1 Kantor Danramil Malunda (rusak berat).

Diketahui gempa Sulbar terjadi dua kali. Gempa dengan skala 5,9 SR terjadi pada hari Kamis, 14 Januari 2021 pukul 14:35 Wita dan gempa skala 6,2 SR terjadi pada Jumat, 15 Januri 2021 pukul 02:28 Wita dini hari.

Di kabupaten Majene, gempa dirasakan cukup kuat sekitar 5-7 detik, masyarakat panik dan keluar rumah. Kini sejumlah
masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan. Meski menurut laporan BMKG gempa tidak berpotensi tsunami.

Sementara di Kab. Polewali Mandar, gempa dirasakan cukup kuat sekitar 5-7 detik, masyarakat setempat panik dan keluar rumah, masyarakat saat ini juga masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan, gempa tidak berpotensi tsunami.

Kini pihak BPBD Kab. Majene, Kab. Mamuju dan Kab. Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian.

Atas kejadian ini, pihak BPBD membuka posko tindakan dengan membuka donasi kebutuhan mendesak untuk umum, seperti, sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, terpal, dan pelayanan medis.# (Ae)

Related posts