Jakarta,GPriority.co.id-Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu kabupaten pemekaran yang berdiri pada tahun 1999.
Sebagai Kabupaten yang terbilang baru, Kutai Timur terus melakukan pembenahan di berbagai sektor termasuk telekomunikasi.
Ditemui di sela-sela acara DTI-CX, JCC, Jakarta, Rabu (3/8/2022) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur (Kadis Kominfo Perstik Kutim) Ery Mulyadi mengatakan bahwa gelaran DTI-CX sangat bagus sekali karena mampu membuka wawasan pengembangan dan percepatan transformasi digital di daerah Kutai Timur.
Ery Mulyadi juga mengatakan bahwa Diskominfo Perstik Kutim sudah memiliki rencana strategis yang perlu segera karena di dalam rencana itu sudah ada target-targetnya yang sudah ditetapkan.
” Program ini sejalan dengan Kutai Timur. Jadi selain mensinkronisasikan, kami juga mengharapkan dukungan dari pemerintah, seperti bantuan membangun infrastruktur yang masih banyak daerah Blankspot. Jadi saling bersinergi antara program pemerintah pusat dengan daerah,” jelas Ery Mulyadi.
Mengenai BTS, Ery Mulyadi mengatakan ada 200 BTS. ” Dan sekarang dalam proses pembangunan dari program pemerintah. Tahun 2022 kita mendapatkan alokasi 56 yang dibangun oleh provider. Dan itu sesuai target yang harus diselesaikan di tahun 2022. Dengan adanya BTS akan membuka cakupan jangkauan yang cukup luas dan tidak ada lagi wilayah Kutim yang Blankspot,” ucap Ery.
Ery dalam kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa Pemkab Kutim juga meminta perhatian kembali dari pemerintah pusat. Mengingat masih banyak daerah yang Blankspot.(Hs.Foto.Hs)
