Singgung Prabowo Saat Sesi Tanya-Jawab, Anies: Fenomena Ordal Ini Menyebalkan

Penulis : M. Hilal | Editor : Dimas A Putra | Foto : GP Hilal

Jakarta, GPriority.co.id – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, menyinggung respon Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto saat debat perdana Capres soal fenomena Orang Dalam (Ordal) yang makin marak di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Anies saat sesi debat Capres segmen 4.

Fenomena soal ordal ini disampaikan Anies ketika merespon jawaban Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto tentang putusan MK yang membolehkan umur calon presiden dan calon wakil di bawah usia 40 tahun. Namun, keputusan tersebut dirasa cacat dan melanggar etika karena menguntungkan salah satu paslon cawapres yang usianya belum cukup 40 tahun.

Fenomena ordal ini dinilai Anies sangat merusak tatanan demokrasi di Indonesia. Hal tersebut dikatakan olehnya saat menjawab pertanyaan dari Prabowo saat debat berlangsung.

“Fenomena ordal ini menyebalkan, mau ikut kesebelasan ordal, jadi guru ordal, tiket konser ordal, semua butuh ordal, ada ordal dimana-mana,” ucap Anies di segmen 4 sesi tanya jawab antar kandidat debat Capres di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Anies mengungkap bahwa fenomena ordal ini membuat satu sistem berupa kemampuan negara tidak berjalan dengan baik. Karenanya semua pihak justru memanfaatkan orang dalam ini.

“Yang membuat meritokratik gak berjalan, membuat etika luntur dan ketika fenomena ordal bukan hanya di masyarakat tapi juga di proses paling puncak terjadi ordal maka rakyat kebanyakan dan ini saya rasakan,” ucapnya.

“Saya merasakan, beberapa guru berjumpa dengan saya, mereka mengatakan pengangkatan guru membutuhkan ordal, wong di Jakarta ordal, kenapa kita gak pake ordal? tatanan demokrasi ini menjadi rusak, karena ordal,” tambahnya.