Sukses Jet Tempur J-10C AU Pakistan Dongkrak Saham Manufaktur Pertahanan Tiongkok

Beijing, Gpriority.co.id – Saham Chengdu Aircraft Co mengalami kenaikan seiring sukses jet tempur J-10C Angkatan Udara Pakistan dalam palagan melawan India. Kenaikan juga terjadi dalam perusahaan manufaktur pertahanan Tiongkok lainnya.

Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan Angkatan Udara (AU) negaranya menggunakan jet tempur J-10C Tiongkok untuk menangkal serangan India. AU Pakistan diketahui telah menembak jatuh lima pesawat India dalam pertempuran udara. Pesawat yang ditembak jatuh diantaranya 3 jet tempur Rafale, 1 SU30-MKI dan MIG29.

Khusus Rafale, jet tempur generasi 4.5 tersebut kemampuannya bukan kaleng-kaleng. Rontoknya Rafale oleh J-10C juga dikonfirmasi oleh pejabat Amerika Serikat. Pejabat yang tak mau disebutkan namanya tersebut mengatakan sedikitnya satu jet tempur India yang ditembak jatuh adalah pesawat tempur Rafale buatan Prancis.

Jet tempur J-10C, sebutnya, diyakini menembak jatuh jet-jet tempur AU India dengan menggunakan rudal udara-ke-udara. Sontak hal ini menjadi tonggak penting bagi jet tempur buatan Tiongkok.

Diketahui saham pertahanan Tiongkok naik setelah bentrokan India-Pakistan tersebut. Rabu lalu saham perusahaan manufaktur pertahanan Tiongkok menguat karena meningkatnya ketegangan perbatasan antara India dan Pakistan yang sekaligus meningkatkan prospek eksportir daratan.

Tercatat, indeks perusahaan pertahanan Tiongkok melonjak 1,6% ke level tertinggi dalam dua minggu. Pembuat jet tempur J-10C Avic Chengdu Aircraft Co. termasuk di antara yang mengalami kenaikan terbesar, dengan sahamnya naik paling tinggi sejak 14 Oktober.

Sementara saham produsen Rafale, Dassault Aviation dan konsorsium MBDA, juga tidak terpengaruh akibat konflik Pakistan dan India. Dassault diperkirakan akan tetap menjadi fokus pasar saham Eropa. Saham Dassault Aviation sendiri naik 1,75% pada 8 Mei dan ditutup pada harga €325,8 per saham di Bursa Efek Paris.

Foto : AU Pakistan/PAF