Jakarta, Gpriority.co.id – Teka-teki akuisisi jet tempur Chengdu J-10 oleh Indonesia semakin terbuka setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyebut sesaat lagi pesawat itu terbang di Jakarta. Pesawat yang battle proven di laga perbatasan Pakistan – India itu memiliki spesifikasi ciamik.
Dikutip dari laman Republika, Menhan Sjafrie mengatakan jika pesawat tempur Chengdu J-10 buatan negeri tirai bambu itu sebentar lagi akan terbang di Jakarta. Pernyataan ini memecah teka-teki yang selama ini menyatakan jika TNI akan mengakuisisi 42 unit pesawat generasi 4,5 itu.
Sebelumnya pada 18 September lalu, Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Frega Wenas, mengakui TNI AU tertarik untuk mengakuisisi 42 unit jet tempur Chengdu J-10 produksi Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAC). Ketika itu dikatakan ketertarikan masih dalam kajian di internal TNI AU.
Isu pembelian pembelian jet tempur J-10C juga muncul setelah Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono mengunjungi pameran dirgantara China International Aviation and Aerospace Exhibition atau Zhuhai Airshow 2024 pada 12-17 November 2024.
Lantas Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto kepada Chanel News Asia menyebut jika China menawarkan menjual jet tempur J-10 kepada Indonesia. Kemudian pada 30 Mei 2025, Menhan Sjafrie sempat mengumumkan bahwa Indonesia akan mengirim sejumlah pilot TNI AU ke China untuk menjalani pelatihan jet tempur J-10 dan mengunjungi fasilitas produksi di Chengdu Aircraft Industry Group.
Statement Menhan Sjafrie teranyar yang menyebut sesaat lagi Chengdu J-10 akan terbang di Jakarta seolah membuka tabir teka-teki selama ini. Nama Chengdu J-10 berkibar selama konflik perbatasan Pakistan – India dimana disebut mampu mengalahkan Rafale milik AU India.
Dilansir dari berbagai sumber, Chengdu J-10 memiliki sejumlah fitur yang diantaranya, kecepatan maksimum Mach 1.8 dan jangkauan tempur 1.240 km. Pesawat tempur ini sudah dilengkapi radar AESA, sistem fly-by-wire, dan 11 titik gantung senjata. Termasuk mampu membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15, rudal jarak pendek PL-10, bom presisi, dan lain-lain.
Jika saja Chengdu J-10 menjadi kenyataan dimiliki TNI-AU, hal ini akan menambah kekayaan jenis pesawat tempur. Selain Rafale yang akan mulai berdatangan pada 2026, TNI AU saat ini telah memiliki armada jet Sukhoi 27/30, F-16, T-50 serta keluarga Hawk besutan British Aerospace.
Foto : Wikipedia
