Jakarta, Gpriority.co.id – Timnas Arab Saudi dan Qatar dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Dalam putaran empat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kedua negara itu diuntungkan sebagai tuan rumah, kepemimpinan wasit hingga waktu istirahat yang panjang. Prasangka negatif pun muncul dari berbagai pihak.
Qatar dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) lewat skor 2-1. Hasil ini menempatkan Qatar sebagai pemuncak klasemen akhir Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Round 4 dengan poin 4.
Dalam pertandingan itu sempat dinodai dengan kerusuhan antara fans kedua negara. Kerusuhan antara fans Qatar dan UEA dalam penyisihan Piala Dunia 2026 disebabkan oleh kekalahan UEA yang memicu kemarahan dan saling lempar barang, termasuk iPhone 17 Pro Max. Insiden ini dipicu suasana tegang sejak Qatar mencetak gol dan perayaan di depan tribun suporter UEA yang memancing kemarahan mereka.
Sementara di grup B, Arab Saudi dalam pertandingan terakhirnya sukses menahan imbang Irak dengan skor 0-0. Lolosnya kedua negara ini menguatkan dugaan berbagai pihak jika sudah adanya setingan oleh AFC dan FIFA.
Pertama ialah terkait pemilihan tuan rumah yang harusnya diberikan ke lokasi netral namun malah diberikan kepada peserta dalam hal ini Arab Saudi dan Qatar oleh AFC. Pelatih Irak Graham Arnold dan pelatih Oman Carlos Queiroz sama-sama kritik format ronde 4 kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dianggap tidak adil. Mereka kesal karena tim tuan rumah seperti Qatar dan Arab Saudi dapat keuntungan besar main di kandang dengan jeda istirahat lebih panjang, sementara tim lain seperti Irak dan Oman harus main dengan waktu istirahat pendek. Ini bikin persaingan jadi berat bagi yang main tandang dan jauh dari netral.
Hal yang sama diungkapkan pengamat sepak bola asal Malaysia, Faiz Gurun. Ia menunjukan rasa kecewanya terhadap AFC yang dianggapnya terlalu memprioritaskan Timur Tengah dalam penentuan lokasi pertandingan. Kepada Astro Arena, Faiz menyebut padahal pertandingan dapat digelar di Kuala Lumpur yang netral dan notabene markas AFC.
Sementara, media Inggris, The Guardian menulis “Bagaimana bisa Qatar dan Arab Saudi mendapatkan keuntungan tuan rumah dan lebih banyak rehat ketimbang rivalnya di Kualifikasi Piala Dunia?” Seharusnya ada bidding transparan terkait tuan rumah putaran empat kuakifikasi piala dunia 2026 zona Asia, namub AFC langsung menunjuk dua negara kaya tersebut.
Selain persoalan tuan rumah, kepemimpinan wasit dalam pertandingan Indonesia – Irak juga dipertanyakan. Wasit asal China, Ma Ning disebut-sebut membuat kontroversi dalam laga itu. Voetbal Primeur media asal Belanda menyoroti kontroversi keputusan wasit asal China Ma Ning yang tidak memberikan penalti kepada Timnas Indonesia saat bek Irak menampar Kevin Diks hingga kartu merah. Termasuk pada menit ke 68 dimana Ole Romeny dijatuhkan Zaid Tahseen. Tahseen lolos dari kartu merah dan hanya memperoleh kartu kuning. “Menjelang akhir pertandingan, sebuah momen aneh terjadi ketika Indonesia tampak kehilangan penalti,” sebut Voetbal Primeur.
Senada, media asal China, Sohu mengakui bahwa wasit Ma Ning menjadi sorotan utama dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Irak. “Para pemain Irak bersorak, para pemain Timnas Indonesia menangis, dan Ma Ning buru-buru dikawal keluar lapangan oleh petugas keamanan. Pertandingan yang seharusnya berlangsung seru justru menjadi panggung bagi wasit yang kontroversial,” tulisnya.
Ma Ning beberapa kali menolak untuk menggunakan VAR dalam laga tersebut. Selesai laga Irak – Indonesia fans kecewa dan melempar botol ke lapangan, protes keputusan wasit yang kontroversial. Bahkan pemain dan manajer Indonesia sampai dapat kartu merah karena protes keras. Kapten Timnas, Jay Idzes sampai menenangkan fans Indonesia yang ada di tribun.
Tidak digunakannya VAR juga diterapkan kala tuan rumah Qatar melawan Oman. Pelatih Oman, Carlos Queiroz mengatakan, wasit hanya memberikan kartu kuning, sementara VAR tidak mengambil tindakan apa pun. “Qatar mempertahankan pemainnya di lapangan dan dia akan diberi hadiah dengan bermain di pertandingan berikutnya. Tuhan selamatkan sepak bola. The show must go on,” kata Queiroz dalam laman media sosialnya.
Sebagai informasi, Aramco resmi jadi sponsor utama FIFA untuk Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Kanada, dan Meksiko. Kesepakatan ini juga mencakup Piala Dunia Wanita 2027, dan berlaku hingga akhir 2027. Aramco adalah perusahaan milik pemerintah Arab Saudi, dengan kepemilikan sekitar 81,5% langsung dari pemerintah dan sekitar 16% dari Dana Investasi Publik Arab Saudi. Jadi, pada dasarnya, Aramco adalah perusahaan minyak nasional terbesar yang dikuasai oleh Kerajaan Saudi. Sementara Qatar Airways adalah sponsor resmi FIFA dan berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia dan Piala Arab 2025, serta menjadi maskapai resmi untuk turnamen seperti FIFA Club World Cup 2025.
Foto : Istimewa
