Amerika Serikat, GPriority.co.id – Di tengah kekacauan seputar dokumen-dokumen yang baru dirilis dalam Epstein Files, terungkap bahwa seorang akademisi yang berbasis di Hong Kong memiliki hubungan dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Laporan AFP mengungkap, keduanya dikatakan memiliki minat pada “aktivitas paranormal” dan membaca pikiran. Dilaporkan bahwa ada pembicaraan tentang kolaborasi untuk “memperbaiki citra” pulau milik pengusaha Amerika tersebut.
Email-email dalam dokumen tersebut menunjukkan ketertarikan Epstein pada upaya seorang akademisi untuk menemukan orang-orang dengan apa yang disebut kemampuan khusus, seperti membaca pikiran.
Saat diskusi berlanjut, Epstein akhirnya memberikan puluhan ribu dolar AS kepada akademisi Hong Kong tersebut. Dalam 3 juta halaman dokumen yang baru dirilis, sekitar 1000 halaman berisi tentang akademisi yang bekerja di Universitas Politeknik Hong Kong pada saat itu.
Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa akademisi itu mulai berkomunikasi dengan pelaku kejahatan seksual pada tahun 2011. Ia menerima sejumlah USD20.000 untuk proyek penelitian pada tahun yang sama yang berkaitan dengan kecerdasan buatan. Email menunjukkan bahwa keduanya akhirnya bertemu langsung pada tahun 2015.
Dokumen elektronik tersebut juga menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan pribadi yang kuat yang melibatkan beberapa pertemuan tatap muka di kediaman Epstein di Manhattan.
Selain itu, dalam serangkaian email pada tahun 2017, akademisi tersebut mengusulkan sejumlah tempat kepada Epstein untuk sebuah pertemuan.
“Apakah pulau Anda tidak dapat digunakan?” tanya akademisi itu, tanpa menyebutkan nama.
Dalam email yang sama, akademisi tersebut mengirimkan nama sebuah kelompok kepada Epstein yang menurutnya “menyelenggarakan acara dan sedang mencari pulau untuk berkolaborasi”.
“Ini bisa menjadi strategi rebranding yang bagus untuk pulau Anda,” kata akademisi tersebut.
Serangkaian email lain dari tahun 2017 menunjukkan akademisi tersebut memperkenalkan Epstein kepada Lydia Laurenson, seorang penulis yang sebelumnya merinci pertemuan dengan pemodal tersebut di kediamannya di Manhattan.
Dalam salah satu pertemuan dengan pemodal tersebut, penulis tersebut mengklaim bahwa ia membawa sekelompok wanita yang “hampir mencapai usia legal”. Dalam sebuah email dari tahun 2017, disebutkan sebuah eksperimen yang diorganisir oleh akademisi tersebut yang melibatkan seorang yang mengaku sebagai “master psikokinesis” yang mengklaim memiliki kemampuan untuk “memanipulasi arus (listrik) dari jarak jauh”.
