Tinggalkan Cagliari, Claudio Ranieri akan Pensiun dari Sepak Bola

Jakarta, GPriority.co.id – Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri, bakal meninggalkan posisinya sebagai pelatih Cagliari pada akhir musim ini. Media-media lokal melaporkan bahwa sosok berusia 72 tahun itu akan pensiun dari sepak bola.

Kepergian Claudio Ranieri disampaikan klub pada Selasa (21/5) atau beberapa hari setelah klub memastikan status mereka di kasta tertinggi Liga Italia dengan kemenangan tandang atas Sassuolo pada ahad kemarin.

Ini merupakan pencapaian terkini Ranieri bersama klub yang ia bawa promosi dari Serie B musim lalu. Saat Ranieri datang ke Cagliari musim lalu, klub masih mendekam di posisi ke-14 tabel klasemen Serie B dan jauh dari kata promosi ke Serie A.

Namun, Rossoblu melesat ke peringkat kelima klasemen Serie B dan berhak ikut babak playoff promosi Serie A setelah kedatangan mantan manajer Leicester City tersebut. Di partai final playoff, Cagliari sukses mencuri kemenangan atas Bari di San Nicola via gol Leonardo Pavoletti pada menit ke-90+4.

Bagi Ranieri ini menjadi seperti de javu. Mantan pelatih Chelsea tersebut pernah membesut Cagliari pada 1988 dan dalam dua musim beruntun sukses meraih promosi, dari C1 (kasta ketiga) ke pentas Serie A.

Cagliari kemudian berkompetisi di Serie A dengan sumber daya terbatas di mana nilai pasar para pemain mereka merupakan ketiga terendah di Serie A dan besaran gaji skuad berada di papan bawah, setara dengan Monza dan Salernitana.

Ranieri kini akan melakoni satu pertandingan lagi bersama Cagliari, kontra Fiorentina pada Kamis (23/5) sebelum mengakhiri musim. Ranieri sebenarnya masih memiliki kontrak hingga Juni 2025 tetapi kedua pihak mengutarakan bahwa ini saat tepat untuk berpisah.

“Saya memutuskan untuk pergi sekarang dan ini adalah waktu tepat. Saya melakukan ini dengan berat hati, karena ini adalah keputusan sulit dan menyakitkan, namun saya rasa ini tepat,” ujar Ranieri dalam ucapan perpisahannya.

“Saya lebih memilih untuk pergi seperti ini dan tidak tahun depan ketika mungkin segalanya tidak berjalan dengan baik. Anda tahu betapa takutnya saya untuk kembali ke Cagliari, agar tidak menodai tiga tahun pertama yang telah mengisi hati saya,” lanjutnya.

Cagliari pun membalas dengan ucapakan emosional di mana mereka mengatakan “akan selamanya berterima kasih” kepada Ranieri.

“Rasanya seperti menonton film pemenang Oscar yang membuat Anda terpukau dengan skenario sempurna. Salah satu film yang membuat Anda tertawa, tetapi juga terharu dan emosional,” ujar pernyataan Cagliari.

“Ini adalah air mata kegembiraan dan rasa terima kasih untuk sosok yang mampu menulis beberapa naskah terindah dalam sejarah Cagliari. Apa yang telah ia lakukan akan selalu berada di hati setiap pendukung.” Lanjut pernyataan Cagliari.

Ranieri adalah salah satu sosok paling terkemuka di dunia kepelatihan. Dirinya paling dikenal karena memimpin Leicester City ke gelar juara Premier League pada 2015-16. Sementara, ia juga memenangkan Coppa Italia, Copa del Rey, dan Piala Super UEFA selama masa kepelatihannya. Ranieri juga antara lain pernah menukangi Napoli, Fiorentina, Atletico Madrid, Valencia, Chelsea, Parma, Juventus, Roma, Inter, Monaco, tim nasional Yunani, Sampdoria, dan Watford.

Foto: Getty Images/Alessandro Sabattin