Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Pemprov Banten
Jakarta, GPriority.co.id – Untuk mengoptimalkan program, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten melibatkan generasi milenial. Langkah itu seiring dengan anjuran Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo agar melibatkan generasi milenial dalam semua kegiatan PKK untuk kaderisasi.
Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Tine Al Muktabar mengungkapkan, dalam audiensi TP PKK Provinsi seluruh Indonesia dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Ketua umum TP PKK Pusat, Ibu Tri Tito Karnavian memaparkan program TP PKK yang sudah dilakukan. dilanjutkan dengan beberapa arahan terhadap program-program PKK dari ibu negara.
“Salah satu arahan dari Ibu Negara adalah masalah kaderisasi kader-kader PKK. Bagaimana upaya dan strategi agar animo masyarakat untuk menjadi kader PKK tinggi,” ungkapnya saat ditemui di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, pada (5/9).
Terkait peran PKK di Provinsi Banten, lebih jauh Tine menjelaskan, salah satu peran PKK saat ini adalah pendampingan penanganan stunting sebagai prioritas. Bersinergi dengan kader-kader PKK sebagai ujung tombak. Selain itu, bagaimana merangkul generasi milenial agar berminat menjadi kader-kader PKK.
“Hal itu kita tindak lanjuti di TP PKK Provinsi Banten, utamanya menyangkut generasi milenial dalam keterlibatannya dengan kegiatan-kegiatan PKK. Sebagai contoh saat ini kita selalu mengajak generasi milenial dalam semua kegiatan PKK, mengenalkan kegiatan-kegiatan PKK,” tambahnya.
Menurut Tine, PKK adalah organisasi terbuka. Seluruh warga masyarakat laki-laki maupun perempuan bisa terlibat dalam kegiatan PKK. Salah satu Kabupaten yang berhasil mengajak generasi milenial untuk kaderisasi adalah di Lebak.
Dari data tercatat, saat ini pengurus TP PKK Provinsi Banten sebanyak 43 orang yang 20% merupakan generasi milenial. Sementara jumlah kader PKK Provinsi Banten hingga tingkat Desa/Kelurahan mencapai 80 ribu orang kader.
“Per hari ini, estimasi prevalensi angka anak stunting berdasar data e dasawisma TP PKK Provinsi Banten, sudah 12,8%. Ini Merupakan data perbaikan atau pemulihan anak stunting yang ada di e dasawisma TP Provinsi Banten. Dari sebelumnya 30 ribu menjadi 12 ribu anak stunting, penanganan melalui aplikasi e dasawisma efektif lebih dari 50%,” pungkas Tine.
