Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, merespon kenaikan tunjangan anggota DPR. Ia juga membantah adanya isu kenaikan gaji hingga Rp100 juta per bulan.
Adies menekankan, gaji pokok anggota DPR termasuk dirinya masih berada di kisaran Rp6,5 juta. Kendati demikian, ia menyebut adanya kenaikan pada tunjangan. Seperti tunjangan beras dan bensin. Ia menyebut kenaikan tunjangan ini merupakan bentuk perhatian dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kepada anggota DPR. Terlebih saat ini kebutuhan pokok sedang mengalami kenaikan harga.
“Jadi yang naik cuma tunjangan itu saja yang saya sampaikan tadi. Tunjangan beras karena kita tahun beras dan telur juga naik. Mungkin Menteri Keuangan juga kasihan dengan kawan-kawan, DPR,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari ANTARA pada Jumat (22/8).
Ketika dimintai keterangan oleh wartawan, Adies juga turut merinci kenaikan tunjangan anggota DPR saat ini. Misalnya saja tunjangan beras yang semula sebesar Rp10 juta dan mengalami kenaikan menjadi Rp12 juta per bulan, lalu tunjangan bensin yang sebelumnya Rp4-5 juta menjadi Rp7 juta.
Jika ditotal, anggota DPR akan menerima gaji beserta tunjangan bersih sekitar Rp69-70 juta per bulannya. Namun angka tersebut belum termasuk tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta (untuk anggota DPR yang tak lagi menempati rumah dinas).
Adies berpendapat, komponen tunjungan itulah yang kemudian membuat jumlah pendapatan bulanan anggota DPR tampak membengkak, walaupun gaji pokok mereka rendah. Ditambah lagi, selain tunjangan para anggota DPR juga mendapatkan fasilitas perjalanan dinas, dana reses, hingga uang pensiun.
