Undang Para Pelaku Usaha di Kutai Timur, DPMPTSP Kutim Gelar Sosialisasi LKPM

Darsafani (Kepala DPMPTSP Kutim) saat memberikan plakat kepada Rita, S.E. (Direkrut Wilayah II Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)/Foto : GPriority (Rizky Dimuharram) Darsafani (Kepala DPMPTSP Kutim) saat memberikan plakat kepada Rita, S.E. (Direkrut Wilayah II Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)/Foto : GPriority (Rizky Dimuharram)

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), menyelenggarakan sosialisasi LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal), di Hotel Bidakara Jakarta, Senin (4/8).

Dalam kegiatan ini, Pemkab Kutim mengundang hampir 50 pelaku usaha di Kutai Timur. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Direktur Wilayah II Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rita S.E., serta Kepala DPMPTSP Kabupaten Kutai Timur, Darsafani, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Darsafani melaporkan jika kinerja investasi Kutai Timur dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Walaupun masih didominasi oleh sektor pertambangan dan sektor perkebunan.

“Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun daerah, terus melakukaninovasi untuk mempermudah usaha Bapak/Ibu dengan mendesain ulang aturan regulasi yang semakin simpel, transparan, dan cepat prosesnya,” kata Darsafani.

Kepala DPMPTSP Kutim, Darsafani, saat memberikan sambutan di acara sosialisasi LKPM, Senin (4/8)

Melalui acara sosialisasi LKPM ini, Pemkab Kutim ingin meningkatkan pemahaman para pelaku usaha. Sebab, penyampaian laporan kinerja usaha merupakan bagian dari model pengawasan yang bersifat bottom-up.

“Melalui laporan kegiatan penanaman modal atau LKPM setiap triwulan bagi pelaku usaha non-UMK, atau setiap semester bagi pelaku usaha UMK, pemerintah melalui DPMPTSP dapat mengukur dan membuat kesimpulan tentang capaian realisasi investasi di Kabupaten Kutai Timur,” jelas Darsafani.

Di akhir, Darsafani berharap agar para pelaku usaha yang mengikuti agenda sosialisasi LKPM tersebut dapat memanfaatkan kesempatan yang ada dengan aktif bertanya kepada narasumber, hingga nantinya dapat mengimplementasikan materi sosialisasi pada sektor usaha masing-masing.

“Bismillahirrahmanirrahim, sosialisasi laporan kegiatan penanaman modal secara resmi saya buka,” tutup Darsafani.