Ungkap Empati ke Korban Sumatera, Bahlil: Saya Pernah Rasakan Gunung Meletus

Ungkap Empati ke Korban Sumatera, Bahlil: Saya Pernah Rasakan Gunung Meletus/Foto : Dok. Kementerian ESDM Ungkap Empati ke Korban Sumatera, Bahlil: Saya Pernah Rasakan Gunung Meletus/Foto : Dok. Kementerian ESDM

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia, belum lama ini mengungkapkan empatinya kepada para korban banjir dan longsor di kawasan Sumatera.

Bahlil menyebut, dirinya pernah menjadi korban bencana gunung meletus saat masih duduk di bangku SD. Ia pun memahami beratnya kondisi yang dialami para korban dari bencana alam tersebut.

“Bencana ini sekali lagi dia musibah. Tapi di sisi lain menguji kita. Saya sebagai orang daerah yang pernah merasakan bencana, saya kan waktu SD itu pernah bencana gunung api meletus tahun ’88, jadi saya dapat memahami perasaan saudara-saudara kita di sana,” ungkap Bahlil dikutip dari ANTARA.

Lebih lanjut ia menegaskan, penanganan bencana tidak boleh dipenuhi oleh polemik. Dibutuhkan gotong royong dari semua pihak untuk dapat membantu para korban yang terdampak dari bencana tersebut.

Saat ini, Bahlil menegaskan, Partai Golkar telah bergerak cepat dengan memberikan dukungan seperti pengiriman bantuan, hingga mengerahkan seluruh kader dan pejabat daerah untuk terjun langsung ke wilayah-wilayah yang terdampak.

Sebagai ketua umum partaim Bahlil pun memastikan pemerintah sedang berusaha untuk terus mempercepat perbaikan infrastruktur secara bertahap. Mulai dari pemulihan listrik di daerah yang terdampak banjir. Perbaikan tersebut telah dimulai sejak Sabtu (6/12) lalu.

Menurut Bahlil, bencana tersebut bukan hanya harus ditangani pemerintah Sumatera Utara, Sumatera Barat, maupun Aceh, namun juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh bangsa.

Hingga saat ini, menurut laporan dari Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Letjen TNI Suharyanto, sebanyak 921 orang dinyatakan meninggal, sementara 392 warga dilaporkan hilang. Angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari 3 provinsi terdampak.

Jika dirinci, di Sumatera Utara korban meninggal tercatat sebanyak 329 orang, sementara 82 orang hilang. Di Sumatera Barat, 226 orang meninggal dunia dan 213 orang masih belum ditemukan. Sementara di Aceh, jumlah korban dunia mencapai 366 orang dengan 97 orang masih dinyatakan hilang.

Menurut Suharyanto, saat ini masih ada dua kabupaten di Aceh yang masih terisolir dengan kondisi yang cukup berat. Dua kabupaten tersebut diantaranya Bener Meriah dan Aceh Tengah.