Upaya Nego Tarif Impor AS, Garuda Indonesia Tambah Pesanan 79 Unit Pesawat Boeing

Pesawat Garuda. Foto: istimewa Pesawat Garuda. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Sebagai bagian dari upaya nego tarif impor AS yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 32 persen untuk Indonesia, kini pihak maskapai Garuda Indonesia menambah pesanan 79 unit pesawat Boeing.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir, beberapa waktu lalu.

Jumlah pesanan pesawat Boeing ini meningkat dari rencana awal Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Pandjaitan. Awalnya, ia ingin membeli 50-75 unit pesawat hasil produksi perusahaan manufaktur asal AS.

“Melalui kesepakatan terbaru, bukan kesepakatan yang lama. Kesepakatan lama itu sudah selesai, sudah gugur di PKPU. Yang baru ini jumlahnya naik, kalau enggak salah jadi 79,” ungkap Erick.

Namun saat ini Erick mengatakan jika dirinya belum menerima kabar terbaru dari tim negosiasi, usai Presiden AS Donald Trump menetapkan tarif impor 32 persen kepada indonesia.

Kendati demikian, pada rapat terakhirnya, Kementerian BUMN mendapat tugas untuk dapat tetap menjaga stabilitas swasembada energi disaat tekanan perang dagang yang kini terus mengalami perkembangan.

Jika anda melewatkannya, Presiden Donald Trump resmi menetapkan tarif impor 32 persen untuk semua barang Indonesia per 1 Agustus 2025 mendatang. Kebijakan ini disampaikannya dalam surat pernyataan resmi pada Senin (7/7) lalu.

Namun, Trump memberi solusi jika Indonesia ingin terbebas dari tarif tersebut, maka harus membangun pabrik atau memproduksi barang langsung di AS.

Adapun penerapan tarif impor ini merupakan bagian strategi Trump untuk dapat memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan yang dialami AS. Ia bahkan menekankan jika tarif impor 32 persen untuk Indonesia, masih tergolong wajar.

Foto : Dok. Garuda Indonesia